Muh. Syakir : Rabu, 05 Januari 2022 07:18
Ilustrasi (int)

TATOR, PEDOMANMEDIA - Stok obat-obatan di hampir semua puskesmas di Tana Toraja menipis sejak puncak pandemi, 2021 lalu. Kondisi ini membuat banyak masyarakat tak terlayani

Di Puskesmas Ratte misalnya warga mengeluhkan keterbatasan obat-obatan sejak pertengahan 2021. Mereka terpaksa harus berobat ke Makale.

"Sudah lama pak begitu. Sejak Corona tahun lalu. Kami terpaksa berobat ke Makale," ujar Daun, salah seorang warga Masandan kepada PEDOMANMEDIA, Selasa (04/1/2022).

Menurut Daun, sejak pandemi Puskesmas Ratte tak bisa melayani semua penyakit karena banyak jenis obat yang dibutuhkan tidak tersedia. Akhirnya warga banyak yang berobat ke Makale ataupun ke dokter-dokter praktik.

Warga lainnya mengaku kecewa karena puskesmas tak optimal lagi melayani. Sejak pandemi, warga kerapkali terpaksa harus ke rumah sakit karena puskesmas kekurangan obat.

Kepala Puskesmas Masanda dr Trisno membenarkan kondisi itu. Menurutnya, sejak pandemi awal 2021 memang terjadi kekurangan obat-obatan. Bukan hanya di Masanda, tetapi hampir di seluruh puskesmas di Tator.

"Kalau kita bicara kekurangan obat sebenarnya kita satu kabupaten kekurangan obat. Ya mau apa, yang atur kan orang dari dinas kesehatan. Semua itu mulai dari stok obat semuanya orang dinas yang atur," kata Trisno.

Lanjut Trisno, pihaknya sudah beberapa kali mengusul ke dinkes untuk pengadaan beberapa jenis obat yang dibutuhkan. Hanya saja sampai saat ini permintaan itu belum terpenuhi.

"Stok obat obat ini mulai berkurang semenjak pandemi Covid. Saya tidak tahu apa masalahnya. Silakan tanya ke dinkes," ucapnya.

Menurut Trisno, obat-obatan itu didrop dari dinas kesehatan per semester atau per tiga bulan. Namun dalam tiga bulan terakhir tidak ada lagi pasokan obat yang masuk.

"Akhirnya banyak masyarakat tidak bisa kita layani secara maksimal. Kita berharap ini segera teratasi," pinta Trisno.

Sementara itu Kadis Kesehatan Tator yang berusaha dikonfirmasi melalui sambungan seluler miliknya tidak memberi respons.