Minggu, 07 Maret 2021 07:15

Kasus Stunting di Tator tak Tertangani, Serapan Anggaran Dipertanyakan

Ilustrasi (Int)
Ilustrasi (Int)

Stunting sangat berdampak pada rendahnya kecerdasan intelektual. Juga menurunnya kemampuan fisik pada anak.

TATOR, PEDOMANMEDIA – Kabupaten Tana Toraja menempati urutan terendah dalam penanganan kasus stunting di Sulawesi Selatan tahun 2020. Rendahnya efektivitas penanganan menimbulkan pertanyaan mengenai serapan anggaran.

Anggota DPRD Tator Fraksi Partai Demokrat Kristian HP Lambe mengaku kecewa dengan skema penanganan di daerah itu. Ia menilai stakeholder terkait tidak memiliki program yang efektif. Yang menyebabkan pola penanganan tidak berkelanjutan.

"Pemda tidak berhasil mengurangi angka stunting. Padahal program unggulan ini merupakan ujung tombak dari pilar 'jangan biarkan rakyatku sakit'," kata Kristian.

Baca Juga

Ia mengatakan, stunting sangat berdampak pada rendahnya kecerdasan intelektual. Juga menurunnya kemampuan fisik pada anak dan lebih rentan terkena penyakit degeneratif seperti obesitas dan diabetes melitus. Dengan demikian akan melemahnya kualitas sumber daya manusia Toraja di masa depan.

"Kita tidak melihat ada program dari dinkes yang benar benar efektif menekan stunting. Padahal kita bisa alokasikan anggaran yang lebih besar jika programnya terarah. Tapi ini malah kita nda tahu seperti apa," paparnya.

Stunting adalah salah satu kondisi pada anak yang disebabkan gizi buruk dan kronis akibat kurangnya asupan gizi dalam jangka waktu lama. Sehingga mengakibatkan gangguan pada anak dan balita. Ciri-ciri penderita stunting biasa terlibat pada Badan penderita pada anak lebih rendah atau pendek dari standar usia normal.

Di era kepemimpinan Nicodemus Biringkanae-Victor Datuan Batara (NiVi), Kabupaten Tana Toraja (Tator) menjadi urutan terendah dalam penurunan kasus stunting. Hal itu berdasarkan Surat Keputusan Gubernur Sulsel nomor 2342/X/2020. Di mana Tator berada di urutan terakhir dengan skor 28.

Ini juga hasil dari penilaian kinerja kabupaten lokus pelaksanaan konvergensi intervensi penurunan stunting terintegrasi di Provinsi Sulsel 2020 dan hasil penilaian kinerja untuk kategori kabupaten lokus kinerja yang paling inovatif, inspiratif, dan replikatif. Tahun 2020 anggaran stunting Tator sebesar Rp700 juta.

Kepala Dinas Kesehatan Tator Ria Minoltha Tonglo tak memberi penjelasan rinci mengenai serapan anggaran stunting 2020.

“Saya tidak tahu pasti angkanya cuma kalau kita mau tahu benaran silakan dikali 65%x700 juta karena itu anggaran kami khusus untuk stuting di tahun 2020 sebanyak Rp700 juta,” kata Ria, Sabtu (6/3/2021).

Soal program khusus penanganan stunting, Ria juga tak menjelaskannya. Namun sebelumnya anggaran stunting diusul naik di APBD 2021 meski sulit terealisasi dengan angka lebih besar karena masih tingginya alokasi anggaran untuk penanganan pandemi.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Angka Stunting Tator #Dinkes Tator #Kristian HP Lambe
Berikan Komentar Anda