Selasa, 18 Oktober 2022 18:26

UHC di Tator Terealisasi 69.913 Orang, Habiskan Rp2,4 M per Bulan

Rudhy Andi Lolo
Rudhy Andi Lolo

Dari anggaran perencanaan 78.981 orang yang terealisasi itu sebanyak 69.813 orang artinya itu sudah memenuhi target.

TATOR, PEDOMANMEDIA – Dinkes Tana Toraja mencatat UHC masyarakat yang terealisasi hingga saat ini baru sekitar 69.913, dari target perencanaan 78.981. Meski belum memenuhi target, angka ini dinilai relatif tinggi.

“Anggaran perencanaan UHC dari 78.981 masyarakat Tana Toraja itu sebanyak Rp33,1 miliar. Namun yang baru terealisasi itu baru sebanyak 69.913 yang menghabiskan anggaran sebanyak Rp2,4 miliar per bulan,” ujar Kepala Dinas Kesehatan Tana Toraja Rudhy Andi Lolo saat di temui di ruang kerjanya, Senin (17/10/2022).

Ia mengungkapkan, jika 78.981 itu ter-cover semua maka anggaran yang dihabiskan per bulannya itu sebanyak Rp2,7 miliar.

Baca Juga

“Semua orang yang berobat dan mau masuk sebagai UHC penduduk Kabupaten Tana Toraja itu gratis. Kita terus mendorong agar ini bisa tercapai,” beber Rudhy.

Rudhy menjelaskan, dari anggaran perencanaan 78.981 orang yang terealisasi itu sebanyak 69.913 orang artinya itu sudah memenuhi target perencanaan.

“69.913 orang itu sumber dananya dari APBD semua, dari anggaran yang kita siapkan 78.981 orang dan sampai sekarang yang baru ter-cover itu 69.913 orang. Berarti mungkin banyak yang data meninggal masih ada dan orangnya sudah di tempat lain,” terang Rudhy.

Menurutnya, 100 persen penduduk Tana Toraja yang mengalami sakit itu ter-cover. Di antaranya yang datang ke puskesmas dan rumah sakit.

“UHC ini cuman berlaku di Kabupaten Tana Toraja. Kalau misalnya sakit di daerah lain meskipun dia orang Tana Toraja yang sudah terjamin kesehatannya oleh kabupaten yang program UHC, itu tidak berlaku di sana,” ujar Rudhy.

Lanjut Rudhy mengatakan, data perencanaan ini bisa saja bertambah dan bisa saja berkurang.

"Siapa tahu di bulan November dan Desember masyarakat Tana Toraja, banyak yang pergi merantau. Itu kan bisa berkurang lagi, dan banyak juga yang pulang kampung yang belum ada penjaminannya itu bisa saja bertambah, dan itu bisa saja terjadi," paparnya.

“Anggaran iuran itu ada di kas kami, sayang bulan Oktober belum kami bayar tapi kami sudah kirim permintaan pembayaran, karena RKAK DPA kita belum keluar,” imbuhnya.

Penulis: Nober

Editor : Muh. Syakir
#Dinkes Tator
Berikan Komentar Anda