Minggu, 26 September 2021 16:28

Vanuatu Tuding Ada Pelanggaran HAM di Papua, ini Jawaban Menohok Indonesia

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Vanuatu terus mengusik kedaulatan negara lain. Padahal, tudingan Vanuatu itu tidak berdasar.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Indonesia membalas sikap dingin Republik Vanuatu yang mengkritik RI atas pelanggaran HAM di Papua. Indonesia menimpali pernyataaan itu dan balik mempertanyakan sikap diam Vanuatu saat teroris KKB melakukan pembantaian di Papua.

"Saat suster dibunuh di Papua, pekerja dibantai, mereka diam. Mereka hanya pura-pura peduli HAM," ujar Sekretaris Ketiga Perwakilan Tetap RI New York, Sindy Nur Fitry.

Pernyataan ini dilontarkan Sindy menjawab pernyataan Perdana Menteri Republik Vanuatu, Bob Loughman yang meminta Komisaris HAM PBB untuk datang mengecek kondisi di Papua Barat.

Baca Juga

Sindy Nur Fitry mengatakan bahwa Vanuatu terus mengusik kedaulatan negara lain. Padahal, menurutnya, tudingan Vanuatu itu tidak berdasar.

"Saya terkejut bahwa Vanuatu terus-menerus menggunakan forum yang mulia ini untuk mengusik kedaulatan dan integritas wilayah negara lain. Serta terus melakukan agresi dengan maksud tercela dan motif politik untuk melawan Indonesia," kata Sindy dalam Sidang Umum PBB, seperti dilihat dari Channel Youtube Kemenlu, Minggu (26/9/2021).

Sindy mengatakan Vanuatu hanya berpura-pura peduli pada isu-isu HAM. Namun, Vanuatu justru menutup mata atas tindakan teror kelompok kriminal bersenjata.

"Vanuatu berupaya mengesankan diri, seolah-olah negara ini 'peduli' terhadap isu-isu HAM. Pada kenyataannya, HAM versi mereka diputarbalikkan. Dan sama sekali abai terhadap tindak teror keji serta tidak manusiawi yang dilakukkan oleh kelompok kriminal separatis bersenjata (KKB)," kata Sindy.

"Vanuatu secara sengaja menutup mata ketika kelompok kriminal separatis bersenjata ini membunuh para perawat, tenaga kesehatan, guru, pekerja konstruksi dan aparat penegak hukum," sambungnya.

Sindy juga mempertanyakan mengapa Vanuatu diam ketika guru dibantai oleh KKB.

"Ketika para guru dibantai tanpa belas kasihan, mengapa Vanuatu memilih diam?" katanya.

Dia meminta agar masalah Papua dilihat secara utuh. Semata-mata agar tak tersesat.

"Seluruh warga negara kami diperlakukan setara tanpa memandang latar belakang sosial budaya, agama atau ekonomi. Bukalah mata Anda, dan lihat gambar utuhnya, lihatlah semuanya, atau Anda akan tersesat," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Republik Vanuatu #Pelanggaran HAM #PBB
Berikan Komentar Anda