Sabtu, 30 Oktober 2021 13:14

Kepala Bandara Toraja Jawab Soal Penggunaan BBM Subsidi: Tidak Ada itu

Anas Labakara
Anas Labakara

Anas mengaku sudah mengklarifikasi kepada pihak kontraktor. Mereka juga membantah menggunakan solar subsidi.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Bandara Toraja Anas Labakara mengatakan tidak tahu menahu soal BBM solar yang diamankan polisi beberwap hari lalu. BBM tersebut sebelumnya diduga dipasok untuk proyek di bandara.

“Waduh solar mau dibawa ke bandara, itu tidak ada itu," tegas Anas kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (29/10/2021).

Anas menjelaskan, semua kebutuhan solar di bandara menggunakan BBM industri.

Baca Juga

"Kalau BBM proyek itu mereka yang urus, kalau kami dalam bandara menggunakan solar deks. Dan saya sudah panggil pelaksananya saya bilang pakai BBM industri yang menggunakan tangki,” katanya.

Anas mengaku sudah mengklarifikasi kepada pihak kontraktor. Mereka juga membantah menggunakan solar subsidi.

"Saya sudah panggil kontraktornya saya bilang kamu pesan BBM yang bersubsidi di luar? Kontraktornya bilang tidak ada," jelas Anas.

Sebelumnya Polres Tator menyita puluhan jeriken birisi BBM jenis solar. BBM ini diduga jenis subsidi yang hendak dipasok untuk proyek di Bandara Toraja.

Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Syamsul Rijal mengungkapkan, ada sekitar 44 jeriken solar yang disita. BBM ini diamankan saat hendak dibawa ke bandara dengan menggunakan 2 mobil pikap.

"Dari 44 jeriken masing-masing satu jeriken berisi 33 liter. Jadi total ada sebanyak 297 liter solar yang kita amankan," jelas Syamsul.

Ia menjelaskan, BBM ini disita karena diduga merupakan BBM subsidi yang hendak digunakan untuk proyek di bandara. Hanya saja kata dia, dugaan ini masih didalami.

Syamsul mengakui, dugaan penggunaan BBM subsidi masih butuh penyelidikan jauh. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lembaga terkait soal adanya kemungkinan BBM subsidi dipakai untuk proyek bandara.

"Saat ini kita sudah bersurat ke Pertamina pusat Makassar namun tim dari sana belum ada yang turun. Kita berharap agar tim dari sana segera turun agar secepatnya bisa diperjelas soal sumber dan peruntukan BBM itu," paparnya.

Kepolisian sendiri belum mengetahui persis sumber solar itu. Sekarang tengah didalami apakah pasokannya dilengkapi dokumen atau tidak.

"Kalau mereka tidak membawa surat keterangan maka itu pelanggaran. Nah ini yang sedang kita gali," ucap Syamsul.

Untuk sementara ada dua perusahaan yang diduga sebagai pemasok. Keduanya adalah PT Banga Prima Nusantara, dengan PT Intan Persada. Pemiliknya bernama Edison dan Ganti Kamma.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Bandara Toraja #BMM Subsidi
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer