Polres Tator Sita Puluhan Jeriken Solar, Diduga Dipasok untuk Proyek Bandara
BBM ini disita karena diduga merupakan BBM subsidi yang hendak digunakan untuk proyek di bandara. Dugaan ini masih didalami.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Polres Tator menyita puluhan jeriken birisi BBM jenis solar, beberapa hari lalu. BBM ini diduga jenis subsidi yang hendak dipasok untuk proyek di Bandara Toraja.
Kasat Reskrim Polres Tana Toraja, AKP Syamsul Rijal mengungkapkan, ada sekitar 44 jeriken solar yang disita. BBM ini diamankan saat hendak dibawa ke bandara dengan menggunakan 2 mobil pikap.
"Dari 44 jeriken masing-masing satu jeriken berisi 33 liter. Jadi total ada sebanyak 297 liter solar yang kita amankan," jelas Syamsul.
Ia menjelaskan, BBM ini disita karena diduga merupakan BBM subsidi yang hendak digunakan untuk proyek di bandara. Hanya saja kata dia, dugaan ini masih didalami.
"Untuk saat ini kami sudah memeriksa beberapa orang termasuk pemilik perusaan atas nama Edison dan Ganti Kamma, termasuk sopir yang mengangkut BBM tersebut," katanya.
Syamsul mengakui, dugaan penggunaan BBM subsidi masih butuh penyelidikan jauh. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan lembaga terkait soal adanya kemungkinan BBM subsidi dipakai untuk proyek bandara.
"Saat ini kita sudah bersurat ke Pertamina pusat Makassar namun tim dari sana belum ada yang turun. Kita berharap agar tim dari sana segera turun agar secepatnya bisa diperjelas soal sumber dan peruntukan BBM itu," paparnya.
Kepolisian sendiri belum mengetahui persis sumber solar itu. Sekarang tengah didalami apakah pasokannya dilengkapi dokumen atau tidak.
"Kalau mereka tidak membawa surat keterangan maka itu pelanggaran. Nah ini yang sedang kita gali," ucap Syamsul.
Untuk sementara ada dua perusahaan yang diduga sebagai pemasok. Keduanya adalah PT Banga Prima Nusantara, dengan PT Intan Persada. Pemiliknya bernama Edison dan Ganti Kamma.
