JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Badan Obat Eropa (EMA) mengingatkan kasus pembekuan darah usai menerima vaksin AstraZeneca adalah risiko yang tidak bisa disangkal. Kasus ini memungkinkan terjadi dan memberi efek lebih besar.
EMA meminta para tenaga kesehatan agar waspada terhadap tanda-tanda pembekuan darah ditambah trombosit yang rendah pada sampai sekitar dua minggu setelah seseorang menerima vaksin.
EMA menegaskan bahwa pada akhirnya vaksin AstraZeneca tetap lebih banyak manfaat dibanding risikonya. Sejauh ini kasus pembekuan darah sebagian besar hanya terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun.
"EMA mengingatkan para tenaga kesehatan dan orang-orang yang menerima vaksin agar mewaspadai kemungkinan kasus langka pembekuan darah ditambah rendahnya trombosit darah yang terjadi dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi," tulis EMA seperti dikutip dari CNN, Rabu (7/4/2021).
"Sejauh ini kebanyakan kasus dilaporkan terjadi pada wanita di bawah usia 60 tahun dalam waktu dua minggu setelah vaksinasi. Berdasarkan bukti yang tersedia saat ini, faktor risiko spesifiknya masih belum bisa dikonfirmasi," lanjut EMA.
Pekan lalu otoritas Inggris melaporkan adanya 7 orang pasien yang meninggal akibat pembekuan darah usai divaksin AstraZeneca. Pemerintah Indonesia telah mengkaji laporan itu dan memutuskan tak menghentikan penggunaan AstraZeneca.
Vaksin AstraZeneca sendiri sudah mulai disuntikan di beberapa daerah di Indonesia. Sejauh ini, pemerintah menyebut belum ada keluhan pembekuan darah.
Sedangkan terkait penangguhan penggunaan vaksin AstraZeneca pemerintah dan ahli, masih akan mengkaji lebih lanjut.
Sebelumnya diberitakan, regulator medis Inggris pada Sabtu (3/4/2021) melaporkan, tujuh dari 30 pasien pembekuan darah usai disuntik vaksin AstraZeneca meninggal.
"Dari 30 laporan hingga dan termasuk 24 Maret, sayangnya 7 telah meninggal," lapor Badan Regulator Kesehatan dan Obat-obatan Inggris yang dikutip AFP.
Laporan ini dikeluarkan Inggris di tengah maraknya negara-negara yang menghentikan sementara penyuntikan vaksin Covid-19 AstraZeneca.
Belanda pada Jumat (2/4/2021) menghentikan penyuntikan dengan vaksin virus corona AstraZeneca untuk orang di bawah 60 tahun, setelah muncul lima kasus baru pembekuan darah di wanita, salah satunya meninggal. Jerman juga menempuh kebijakan yang serupa awal pekan lalu.
BERITA TERKAIT
-
Usai Disetop karena Laporan Kematian, Kini BPOM Sebut AstraZeneca Aman
-
Pasca Penghentian Vaksin AstraZeneca CTMAV547, Masyarakat Kian Ragu
-
Kemenkes Tegaskan AstraZeneca Aman, Hanya CTMAV547 yang Disetop
-
Indonesia Akhirnya Setop Vaksin AstraZeneca Batch, Tunggu Hasil Uji BPOM
-
Eropa Tetap Tunda, Jokowi Instruksikan AstraZeneca Segera Didistribusikan