Rabu, 19 Mei 2021 09:35

Pasca Penghentian Vaksin AstraZeneca CTMAV547, Masyarakat Kian Ragu

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Terbukti banyak risiko fatal yang ditanggung masyarakat. Terakhir terjadi tiga kasus kematian pascavaksin.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Masyarakat semakin ragu dengan keamanan vaksin pascapenyetopan AstraZeneca CTMAV547. Vaksinasi dinilai terlalu dipaksakan.

"Vaksin ini sepertinya belum siap. Tapi dipaksakan beredar. Itu kesan yang ditangkap masyarakat," ujar sosiolog Fakhruddin Bahri, Rabu (19/5/2021).

Fakhruddin mengatakan pemerintah kurang berhati hati dalam penggunaan vaksin. Dari awal kata dia, sudah tampak bahwa vaksin diedarkan lewat penelitian pragmatis.

Baca Juga

Terbukti banyak risiko fatal yang ditanggung masyarakat. Terakhir terjadi tiga kasus kematian pascavaksin.

Meski ini belum bisa disimpulkan sebagai efek vaksin 100%, tetapi peristiwa itu telah memicu kekhawatiran publik. Menurut Fakhruddin, ini akan membuat kepercayaan masyarakat pada vaksin menurun.

"Efek psikologis yang muncul begitu. Pasti masyarakat semakin ragu. Apalagi setelah AstraZeneca disetop. Artinya kan vaksin ini memang belum memenuhi standar," paparnya.

Fakhruddin justru setuju vaksin disetop sambil dilakukan uji yang lebih akurat. Adapun vaksin produk lokal yang akan diedarkan, ia meminta BPOM lebih selektif dan ketat.

Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI menegaskan vaksin AstraZeneca aman digunakan. Hanya batch (kumpulan produksi) CTMAV547 yang dihentikan sementara penggunaannya.

CTMAV547 disetop sementara untuk uji sterilitas dan toksisitas terkait laporan KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi) serius.

"Batch AstraZeneca selain CTMAV547 aman digunakan sehingga masyarakat tidak perlu ragu," tulis Kemenkes RI dalam keterangan pers, Minggu (16/5/2021).

Vaksin AstraZeneca batch CTMAV547 dihentikan sementara sambil menunggu hasil pengujian di laboratorium oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Pengajuan ini atas rekomendasi Komnas KIPI, karena dinilai tidak cukup data untuk menegakkan diagnosis penyebab dan klasifikasi KIPI serius yang dilaporkan.

Dikutip detikcom, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Kemenkes RI dr Siti Nadia Tarmizi menyebut langkah ini sebagai kehati-hatian. Soal kaitannya dengan efek pembekuan darah, ia belum bisa memastikan.

"Belum dapat dipastikan, tapi kalau terkait pembekuan darah sepertinya tidak karena proses kematiannya mendadak. Sementara kalau pembekuan darah butuh beberapa hari kejadiannya kurang lebih 5-7 hari," kata dr Nadia.

Hingga saat ini terdapat 448.480 dosis vaksin AstraZeneca dari batch CTMAV547 yang merupakan bagian dari 3.852.000 yang didapat dari skema COVAX facility. Batch tersebut telah didistribusikan untuk TNI dan sebagian untuk DKI Jakarta dan Sulawesi Utara.

Sebelumnya, Ketua Komnas KIPI Prof Dr dr Hingky Hindra Irawan Satari menyebut riwayat kesehatan bukan menjadi penyebab kematian pria asal Buaran, Jakarta Timur, Trio Fauqi Firdaus. Trio meninggal sehari setelah mendapat suntikan vaksin AstraZeneca.

"Sudah keluar (investigasi dengan dokter yang bersangkutan) tapi karena rekam medik ini kan nggak boleh disebutkan, cuma tidak terkait dengan penyebab meninggal yang bersangkutan," katan Prof Hindra kepada detikcom, Sabtu (15/5/2021).

Meski demikian, sulit untuk memastikan keterkaitan dengan vaksin yang diberikan karena data yang dikumpulkan terbatas. Almarhum meninggal ketika tiba di rumah sakit, sehingga butuh autopsi untuk memastikan penyebab sesungguhnya.

 

Editor : Muh. Syakir
#Vaksin AstraZeneca #Vaksin Corona #Kemenkes RI
Berikan Komentar Anda