Diduga tak Ada Honor, Satgas Telantarkan Pasien Covid-19 yang Meninggal di RSUD Pongtiku
Keluarga korban mengatakan penanganan Satgas kurang efektif. Dimana, saat pasien sudah dalam peti, keluarga menunggu hingga kurang lebih 7 jam baru ditangani Satgas.
TORUT, PEDOMANMEDIA - Satu lagi pasien Covid-19 di Torut meninggal, Minggu (14/3/2021). Namun, pasien tersebut lambat ditangani oleh Satgas karena diduga tidak ada honornya.
Korban tersebut berasal dari Kecamatan Baruppu', Torut. Salah satu keluarga pasien, Roadi menjelaskan bahwa almarhum dinyatakan positif Covid-19 oleh pihak RSUD Pongtiku.
"Tapi yang kami tahu bahwa keluarga kami ini datang hanya berdasarkan positif antigen. Kemudian, kami pengen hasilnya lebih konkrit kalau memang itu korona kami PCR nya, bukti PCR nya tapi tidak dikeluarkan," ujarnya.
Roadi menjelaskan sampai pada meninggalnya, pasien diklaim sebagai pasien Corona. Ia mengatakan penanganan satgas kurang efektif. Dimana, saat pasien sudah dalam peti, keluarga menunggu hingga kurang lebih 7 jam baru ditangani satgas.
"Jam 12.00 Wita pasien sudah masuk peti, otomatis tanggungjawab satgas. Tapi sampai jam sekarang (19.01 Wita) Satgasnya baru sampai. Kami ini seolah-olah dipermainkan. Maksudnya kenapa tidak langsung ditangani?," ungkapnya.
Ia berharap Satgas Covid-19 Torut bisa bertanggungjawab dan masalah tersebut tidak terjadi ke orang lain.
"Lakukanlah tanggung jawab kalian (Satgas) melayani dengan sungguh. Masalah ada atau tidak honornya itu kembali lagi ke pribadi masing-masing kalau memang punya pelayanan itu bukanlah menjadi satu hal yang kendala. Cukuplah hal seperti ini sampai di keluarga kami," pungkasnya.
Sampai saat ini, belum ada penjelasannya dari pihak satgas. PEDOMANMEDIA berusaha menghubungi tapi tak direspon.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
