Jumat, 21 Agustus 2026 14:23

Risiko Karhutla Meningkat di Sulsel, Enrekang-Luwu Raya Masuk Zona Rentan

Risiko Karhutla Meningkat di Sulsel, Enrekang-Luwu Raya Masuk Zona Rentan

Dalam penanganan titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau, petugas menggunakan peralatan pemadam yang dapat dibawa langsung ke lokasi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — Musim kemarau mulai meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Sulawesi Selatan. Salah satu kebakaran yang terjadi di kawasan Gunung Nona, Kabupaten Enrekang, bahkan dilaporkan telah menghanguskan sekitar 10 hektare lahan.

Kondisi kekeringan juga memicu munculnya sejumlah titik kebakaran di wilayah Luwu Raya, Ajatappareng, Toraja, Gowa, hingga Parepare. Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Sulawesi Selatan Kasman mengatakan hampir seluruh wilayah Sulsel saat ini menghadapi kondisi kekeringan yang membuat serasah dan semak kering lebih mudah terbakar.

"Kalau masalah rawan, sebenarnya tergantung kondisi wilayah dan cuacanya. Saat ini hampir semua wilayah di Sulsel mengalami kekeringan, sehingga serasah dan semak yang kering sangat rentan terbakar," kata Kasman di Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (20/8/2026).

Meningkatnya risiko karhutla tersebut mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan memperkuat langkah mitigasi melalui patroli, posko kesiapsiagaan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI-Polri, Manggala Agni, hingga Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH).

Menurut Kasman, sejumlah titik kebakaran yang muncul dalam beberapa waktu terakhir telah berhasil dipadamkan. Namun, petugas masih melakukan monitoring dan pendataan untuk mengetahui luasan lahan yang terdampak.

Potensi kebakaran selama musim kemarau menjadi perhatian karena api dapat meluas ke kawasan hutan, lahan warga, hingga permukiman. Kebakaran juga berisiko menimbulkan kerusakan terhadap ekosistem dan aktivitas masyarakat di sekitar wilayah terdampak.

Dalam penanganan titik api yang berada di lokasi sulit dijangkau, petugas menggunakan peralatan pemadam yang dapat dibawa langsung ke lokasi, termasuk backpack fire pump. Penanganan juga melibatkan kelompok tani dan masyarakat setempat.

DLHK Sulsel kini meningkatkan patroli dan sosialisasi di sejumlah wilayah untuk mencegah munculnya kebakaran baru. Masyarakat juga diimbau tidak melakukan pembakaran saat membersihkan kebun maupun lahan.

"Kami mengimbau agar berhati-hati melakukan aktivitas dan tidak melakukan pembakaran di lahan-lahan miliknya," ujar Kasman.

Adapun, penyebab sejumlah kebakaran yang terjadi di Sulsel masih didalami. Petugas masih menelusuri kemungkinan kebakaran dipicu faktor alam maupun aktivitas manusia.

 

Editor : Muh. Syakir
#Karhutla Sulsel
Berikan Komentar Anda