Marak Judi Sabung Ayam di Enrekang, Publik Tunggu Langkah Tegas Kapolres Baru
Ansar memberi tenggat waktu 2 bulan ke depan bagi Kapolres untuk melakukan tindakan konkret.
ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Kapolres Enrekang berganti. AKBP Hari Budiyanto dimutasi menjadi Kapolres Soppeng pada akhir Juni 2026.
Posisinya digantikan AKBP Ketut Yoga Saputra, yang sebelumnya menjabat Danyon A Men I Paspelopor Korbrimob Polri. AKBP Ketut Yoga kini ditunggu banyak pekerjaan rumah (PR).
Salah satunya yang menjadi perhatian publik, yakni maraknya judi sabung ayam. Khususnya di Kalosi, wilayah Hukum Polsek Alla, hingga sekarang tidak bisa diberantas karena diduga ada oknum aparat yang membekingi.
Padahal kegiatan melanggar hukum tersebut rutin digelar setiap hari Sabtu-Minggu mulai siang sampai tengah malam. Tapi sama sekali tidak tersentuh oleh kepolisian setempat, ada apa?
Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi AKBP Ketut Yoga Saputra sebagai Kapolres Enrekang yang baru.
"Kami warga sangat resah, aparat desa sudah sempat melakukan penolakan tapi hanya berhenti dalam waktu singkat, dan setelah itu lanjut lagi sampai sekarang makin marak," uangkap warga yang meminta identitasnya dirahasiakan demi keamanannya.
Warga berharap Kapolres Baru, bisa komitmen memberantas arena judi sabung ayam sampai tuntas agar Enrekang sebagai daerah religius tidak tercoreng dengan praktik judi yang dapat merusak masa depan khususnya bagi anak muda sebagai generasi penerus.
"Ada itu penyelenggaranya akrab dipanggil Pak Fira di Kalosi tolong ditangkap itu," tegas warga yang lain.
"Di wilayah pasar juga setiap hari Senin-Kamis sering dibuat arena judi sabung ayam pada sore hari. Kami warga sangat terganggu tapi entah kenapa polisi tidak bisa bubarkan atau mungkin justru ada oknum polisi yang membekingi," keluhnya.
Aktivis Minta Polda Sulsel Turun Tangan
Direktur Laksus Muhammad Ansar menilai, aktivitas judi sabung ayam di Enrekang tidak bisa dipandang sebagai persoalan sederhana. Praktik ini telah menimbulkan dampak sosial yang serius di masyarakat.
"Yang paling miris karena aparat yang seharusnya menjadi garda terdepan memberantas praktik judi justru jadi beking," ujar Ansar.
Karena itu, Ansar meminta Kapolres Enrekang yang baru agar menunjukkan keseriusan menangani masalah ini. Ia mendesak agar dilakukan penyelidikan internal untuk mengungkap pihak-pihak yang terlibat dalam praktik ini.
"Jadi langkah awal adalah mengungkap dulu siapa yang selama ini jadi beking. Sebab kami menduga ini bekingan terstruktur. Ada jalur koordinasi dari bawah ke atas," jelas Ansar.
Itulah sebabnya, praktik judi sabung ayam di Enrekang bisa langgeng. Bahkan kini meluas ke berbagai wilayah lain.
"Ini PR berat Kapolres baru. Dia akan berhadapan dengan beking-beking dari internalnya sendiri," ketusnya.
Ansar memberi tenggat waktu 2 bulan ke depan bagi Kapolres untuk melakukan tindakan konkret. Jika tidak ada langkah nyata, pihaknya bersama koalisi aktivis akan melayangkan laporan ke Polda Sulsel untuk dilakukan penindakan.
"Sebaiknya memang Polda Sulsel yang turun tangan. Tapi kita beri kesempatan kepada Kapolres baru. Publik menunggu apa dia mampu bertindak atau tidak. Jadi ini sebenarnya pertaruhan kepercayaan bagi Kapolres. Kalau sabung ayam saja tidak mampu dia atasi, bagaimana persoalan persoalan lainnya," tandas Ansar.
Penulis: Risan
