TORUT, PEDOMANMEDIA - Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong memboyong rombongan Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) ke Kota Pontianak, Kalimantan Barat. Pelesiran Frederik ini menuai kritik dari berbagai kalangan.
Para aktivis menilai, pelesiran Frederik dan FKUB tidak memiliki tujuan fundamental bagi kemaslahatan rakyat. Perjalanan ini hanya menghamburkan anggaran.
"Kita tidak melihat ada manfaat nyata dari perjalanan seperti ini. Ini hanya agenda seremoni yang menghabiskan anggaran," ujar Direktur Laksus Muhammad Ansar kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (6/6/2026).
Ansar menilai, Frederik tak memiliki kepekaan. Seharusnya di tengah kondisi ekonomi rakyat yang serba sulit, agenda-agenda perjalanan yang tak krusial dihilangkan.
"Kan tidak elok, ada pemimpin yang menyuarakan efisiensi tapi justru dia sendiri yang hambur-hambur uang," jelas Ansar.
Ansar juga menyesalkan tidak adanya kontrol dari DPRD. DPRD terkesan hanya diam.
"Fungsi kontrol legislatif mana? Kok dibiarkan. Inikan setali tiga uang namanya, sama-sama tidak punya empati pada rakyat," ketus Ansar.
Wajar kata Ansar jika rakyat tak lagi percaya pada pemerintah. Ia menyebut, banyak persoalan fundamental di Toraja Utara yang belum tuntas hingga hari ini. Tapi sama sekali tak ada keseriusan pemkab untuk menyelesaikannya.
"Persoalan di Torut itu menumpuk. Jalan rusak, masalah narkoba, kemiskinan, sampai masalah di pemerintahan yang masih awut-awutan. Itu semua PR Pak Frederik yang tidak tuntas. Rakyat kecewa," jelas Ansar.
Ansar juga menilai pemerintahan Frederik tak punya political will.
"Mereka lebih senang memperturutkan syahwat politiknya, daripada melihat penderitaan rakyat," sebutnya.
Ansar mendesak agar ada audit terhadap perjalanan Bupati dan FKUB ke Pontianak. Menurutnya, APH perlu untuk menelisik rasionalisasi biaya perjalanan mereka.
"Harus diusut. Kita juga minta bupati terbuka berapa anggaran yang mereka habiskan. Lalu apa manfaat yang didapat dari perjalanan itu," imbuhnya.
Istri Frederik juga Doyan Jalan-jalan
Perjalanan Frederik dan rombongan ke Pontianak bukan pelesiran pertama sejak ia menjabat. Frederik memang dikenal doyan jalan jalan.
Perjalanan ke Pontianak dilakukan pada 3-5 Juni 2026. Ia memboyong Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Toraja Utara untuk melakukan studi tiru.
Mereka yang turut dalam rombongan yakni Ketua FKUB Kabupaten Toraja Utara, Pdt Musa Salusu, M.Th., serta anggota FKUB yang terdiri atas Pdt. Luther Taruk, M.Th., Pastor Paulus Tongli, Pr., Drs. Hj. Bumbun Pakata, M.Ag., Drs. Hj. Mujahidin, Dr. Pdt. Danny Saud, Pdt. Jerry Tiwa, M.Th., dan Yonathan Mellolo, S.Pd., M.Pd.
Turut mendampingi Ketua TP PKK Kabupaten Toraja Utara, Ny. Damayanti B. Palimbong, Kepala Kesbangpol Kabupaten Toraja Utara, Asmawati Karambe, serta Plt Inspektur Daerah Kabupaten Toraja Utara, Anugrah Y Rundupadang.
Frederik tercatat sebagai Bupati Toraja Utara dengan agenda perjalanan luar daerah paling banyak. Ia hampir setiap bulan melakukan kunjungan luar daerah.
Ketua TP PKK Toraja Toraja Utara, Damayanti Batti yang tak lain adalah istri Bupati Frederik V. Palimbong juga tercatat sudah beberapa kali memboyong pengurus TP PKK Toraja Utara ke sejumlah daerah. Salah satunya pernah ke Manado.
"Bupati dan Istrinya sama-sama doyan sering melakukan perjalanan dinas tanpa kerja nyata. Sejak Damayanti menjabat, cabang PKK di seluruh kecamatan mati suri tanpa kerja nyata seperti Ketua TP PKK sebelumnya hidup dan pro aktif dengan bebrbagai program kerjanya, seperti penanaman pohon, lahan kering ditata dengan baik, dan sebagainya," ujar seorang ASN Pemkab Torut.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Pengacara: Pidanakan Irma, Sikap Bupati Dedy tak Cerminkan Negarawan
-
Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut
-
Terungkap! Identitas Diduga Bandar Narkoba Pemasok Rp11 M ke Dedy-Andre di Pilkada Torut