Selasa, 10 Maret 2026 14:28

Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut

Irma Tendengan dan Bupati Torut Frederik V Palimbong.
Irma Tendengan dan Bupati Torut Frederik V Palimbong.

Bukan hanya mengusut Owen sebagai bandar narkoba. Tetapi juga menelusuri kebenaran aliran dana dari Owen ke Bupati Torut.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Aktivis mendesak BNN dan Polda Sulsel mengusut dugaan aliran dana bandar narkoba bernama Owen kepada Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong. Aktivis menyebut, pengusutan ini juga bisa menjadi pintu masuk untuk membongkar episentrum jejaring narkoba di Torut.

"Harapan kita polisi dan BNN lebih proaktif dalam menyikapi isu-isu ini," ujar aktivis Sulsel, Mulyadi kepada PEDOMANMEDIA, Selasa (10/3/2026).

Menurut Mulyadi, dugaan aliran dana bandar nakoba di Pilkada Torut adalah isu serius. Aparat tidak boleh membiarkan isu ini menggelinding liar di ruang publik.

Baca Juga

"Dampaknya bisa sangat buruk. Ini soal public trust terhadap Bupati Torut. Kalau dibiarkan maka masyarakat akan semakin apriori terhadap pemerintah dalam upaya melawan narkoba," jelasnya.

Kedua, kata Mul, akan muncul kesan pembiaran.

"Seolah olah ada bandar narkoba yang bebas beraktivitas tapi tidak tersentuh hukum. Apalagi sampai ikut mendanai pasangan di pilkada. Ini kan sebuah kerusakan demokrasi yang sangat serius," ketusnya.

Mul juga yakin, munculnya nama Owen bukan isapan jempol. Ia menduga, Owen punya pengaruh besar hingga disebut-sebut menyokong Dedy-Andre Rp11 miliar di pilkada.

"Ini tanggung jawab BNN dan polisi untuk mengejar siapa itu Owen. Apa benar dia ikut menyokong dana ke pasangan Dedy-Andre. Apa benar dia bandar narkoba," paparnya.

Nama Owen sendiri muncul belakangan di tengah perseteruan Bupati Toraja Utara Frederik Victor Palimbong (Dedy) dengan Irma Tendengan. Owen diduga adalah bandar narkoba yang menyokong duit Rp11 miliar kepada pasangan Dedy-Andre di Pilkada Toraja Utara.

Menurut sejumlah sumber di Toraja, Owen adalah pemain lama di bisnis narkoba. Ia tak hanya mengendalikan peredaran narkoba di wilayah Toraja, tapi juga hingga ke Morowali, Sulawesi Tengah.

Owen adalah anak dari Pong Penti. Pong Penti juga pemain lama di bisnis narkoba. Ia pernah ditangkap pada 2025 dan baru bebas beberapa waktu lalu.

Selain diduga bandar narkoba, Owen dan Pong Penti juga banyak dikaitkan dengan sindikat judi sabung ayam dan arena kerbau di Toraja. Timnya di arena judi tersohor dengan nama MORUT 170.

Identitas Owen mencuat dari sejumlah akun di media sosial dalam beberapa hari terakhir. Namanya juga ramai diperbincangkan di group-group WhatsApp.

Soal dugaan koneksinya dengan Owen, Bupati Dedy jauh hari telah membantahnya. Ia menepis dugaan adanya bantuan dana Rp11 miliar dari Owen.

Mul mendorong agar kasus ini diusut tidak secara parsial. Bukan hanya mengusut Owen sebagai bandar narkoba. Tetapi juga menelusuri kebenaran aliran dana dari Owen ke Bupati Torut.

"Karena dua isu ini saling terkait. Jadi pengusutannya harus komprehensif," ucapnya.

Artinya lanjut Mul, kalau dugaan Owen sebagai bandar diusut, maka isu aliran dana narkoba ke Dedy juga harus ditelusuri kebenarannya.

"Kita mau ini tuntas. Semua terang benderang. Bukan jadi kasus yang menguap dan akhirnya hilang begitu saja," katanya.

Berawal dari Nyanyian Irma Tendengan

Sebelumnya Irma Tendengan membongkar adanya aliran dana Rp11 miliar ke pasangan Dedy-Andre. Dedy sendiri menepis isu ini. Ia menuding Irma telah menebar fitnah.

Atas postingannya di medsos, Irma dilaporkan ke polisi oleh Bupati Toraja Utara, Frederik Victor Palimbong dengan tuduhan pencemaran nama baik. Irma juga dituduh menyebarkan informasi tidak benar tentang dugaan aliran dana dari pemasok narkoba ke pasangan Dedy-Andre pada Pilkada 2024 lalu.

"Makanya kita laporkan ke polisi pemilik/pengguna akun medsos (Irma) ini karena sudah fitnah," tegas Dedy.

Irma Tendengan dilaporkan ke Polres Torut. Irma dilaporkan oleh pengacara Abner Buntang pada Kamis 26 Februari 2026 atas dugaan pencemaran nama baik dan tindak pidana kejahatan ITE.

Menanggapi laporan kubu Frederik, Irma mengaku tak gentar. Dalam postingannya di FB, Irma mengisyaratkan siap melakukan perlawanan.

Menurut Irma, apa yang ia tuliskan dalam postingannya, adalah fakta yang tak bisa dibantah kubu Frederik. Ia menulis tentang hubungan koneksitas Bupati Toraja Utama Frederik Victor Palimbong dengan seorang pengedar narkoba bernama Oliv.

Irma dengan terbuka menyebut, Oliv adalah bagian dari tim pemenangan Frederik pada Pilkada Torut lalu. Irma juga menuding Frederik menerima aliran dana Rp11 miliar dari salah seorang bandar narkoba saat Pilkada Torut.

Editor : Muh. Syakir
#Irma Tendengan #Kasus Bupati Torut #Bupati Torut Frederik Victor Palimbong #Toraja Utara #Narkoba #Kasus Narkoba #Dedy Palimbong #Owen #Pong Penti #Polda Sulsel #BNN #BNN Sulsel
Berikan Komentar Anda