TORUT, PEDOMANMEDIA - Anggota DPRD Toraja Utara Julianto Mapaliey meminta Inspektorat dan aparat penegak hukum menelisik penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) di Toraja Utara. Julianto menyebut, banyak kejanggalan dalam penyaluran dan pemanfaatan dana BOS.
"Terakhir ini menjelang pilkada banyak kepsek diduga ikut membiayai kampanye pasangan colon bupati Yohan Bassang-Marten Rente Tondok. Ini harus diaudit karena diduga sumbernya dari BOS," ujar Julianto, Jumat (29/11/2024/).
Sebelumnya kata Julianto, telah beredar nama-nama oknum kepsek yang dikabarkan ikut membiayai kampanye Ombas - Marten. Ia khawatir dana kampanye diambil dari BOS.
"Karena itu kami minta BOS segera diaudit. Sebab tidak rasional kalau kepsek ikut menjadi donatur kampanye. Nda masuk akal. Dari mana mereka dapat uang. Inilah yang perlu dijawab," paparnya.
Julianto mengatakan, ia sudah mengantongi nama - nama kepala sekolah yang disebut sebagai sponsor Ombas - Marthen. Mereka datang dari beberapa tingkatan sekolah.
"Intinya nama-nama sudah ada di kami sebagai wakil rakyat dan akan kami bawa juga nanti dalam rapat dengar pendapat di kantor DPRD. Tentunya kami akan panggil kepala dinasnya dan juga kepala sekolah melalui rapat dengar pendapat nanti (RDP)," imbuh Julianto.
TAG
BERITA TERKAIT
-
Komisi III DPRD Torut Minta Pembentukan Panitia di Arena Adu Kerbau Dihentikan
-
Belanja Dana BOS SDN 09 Bittuang Tator tak Transparan, Inspektorat Diminta Lakukan Audit
-
Tak Disetujui DPRD, Studi Banding Kepsek se-Torut ke Luar Negeri Batal
-
BPK RI Temukan Laporan Janggal Penggunaan Dana BOS 16 Sekolah di Toraja Utara
-
Usai Aksi Demo Kepsek dan Guru, DPRD Torut akan Panggil Kadis Pendidikan