Rabu, 26 Juli 2023 17:01

Dituding Semena-mena, Lembaga Adat Minta Bupati Torut Copot Camat Rantebua

Warga Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara berunjuk rasa di halaman kantor Kecamatan Rantebua tadi siang, Rabu (26/07/2023).
Warga Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara berunjuk rasa di halaman kantor Kecamatan Rantebua tadi siang, Rabu (26/07/2023).

Tindakan semena-mena yang dilakukan oleh Camat Rantebua sangat melukai hati masyarakat.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Warga Kelurahan Buangin, Kecamatan Rantebua, Toraja Utara berunjuk rasa di halaman kantor Kecamatan Rantebua tadi siang, Rabu ( 26/07/2023). Mereka memprotes kebijakan Camat Rantebua Yofita Sampe Allo yang dinilai tak berpihak pada rakyat.

Dalam orasinya pengunjuk rasa menyampaikan beberapa poin protes. Di antaranya Camat Rantebua dianggap telah semena-mena mengangkat perwakilan Lembaga Adat duduk di Lembaga Adat Pendamai Kecamatan Rantebua tanpa melibatkan lembaga adat dan pemangku adat yang ada di Kelurahan Buangin.

Kedua, camat juga dinilai semena-mena mengeluarkan tenaga kontrak daerah yang ditempatkan di Kantor Kelurahan Buangin selama 10 tahun. Padahal sudah ada SK dan sudah dianggarkan dalam APBD untuk penggajiannya.

Baca Juga

"Camat juga menolak menandatangani surat kenaikan pangkat Lurah Buangin dan staf PNS Kantor Kecamatan Rantebua. Kemudian tidak mengizinkan BKKBN melaksanakan kegiatan rapat koordinasi dengan kader yang ada di tingkat kelurahan dan lembang se-Kecamatan Rantebua di Aula Kantor Kecamatan," papar demonstran.

Selain itu, camat juga mengalihkan pekerjaan jalan rabat beton yang bersumber dari dana stimulan Kelurahan Buangin. Padahal sebelumnya masyarakat Kelurahan Buangin telah menyepakati pekerjaan jalan dilaksanakan di poros Bangkudu-Lempangan.

Namun Camat Rantebua ngotot pekerjaan jalan dialihkan ke perbatasan Kelurahan Buangin dengan Kelurahan Bokin. Lalu warga juga memprotes dana lelang swadaya masyarakat Buangin di acara rambu solo' untuk digunakan dalam rangka pembersihan lapangan sepak bola untuk kegiatan Bupati Cup disunat oleh camat.

Yang terakhir, mereka mempertanyakan honor TKD dan kepala lingkungan se Kecamatan Rantebua yang belum terbayarkan sejak Januari sampai Juli 2023.

Perwakilan lembaga adat Buangin selaku Jenderal lapangan diaksi tersebut yakni Rante Bunga Salu, mengatakan, tindakan semena-mena yang dilakukan oleh Camat Rantebua sangat melukai hati masyarakat. Khususnya masyarakat Buangin

"Tindakan semena-mena Ibu Camat sangat melukai hati masyarakat Rantebua, beliau begitu arogan dan tidak menghargai tokoh masyarakat buangin, kami atas nama masyarakat Buangin meminta pak Bupati untuk mencopot Camat Rantebua karena tidak mencerminkan selayaknya pejabat yang amanah, " tegas Rante Bunga Salu.

Camat Rantebua sempat menemui peserta aksi di Aula Kantor Kecamatan Rantebua namun karena diskusi begitu alot akhirnya Camat Rantebua meninggalkan ruangan pertemuan tanpa menghasilkan kesepakatan dengan massa.

"Mengenai pengangkatan lembaga adat pendamai tingkat kecamatan, saya tidak tau kalau bapak yang hadir di sini masuk dalam lembaga adat kelurahan sehingga kami tidak melibatkan kalian pada saat pembentukan lembaga adat pendamai di Kecamatan Rantebua" singkat Yofita Sampe Allo sambil beranjak dari kursinya meninggalkan ruangan pertemuan.

Pengunjuk Rasa Ancam Turun Lagi

Sementara itu, Ketua Himpunan Mahasiswa Toraja Timur, Glori mengungkapkan bahwa aksi ini baru prakondisi dan akan ada aksi selanjutnya apabila Bupati Toraja Utara tidak mengindahkan permintaan pencopotan Camat Rantebua.

"Ini baru aksi prakondisi kalau memang tidak ada respon dalam waktu yang dekat terkait permintaan pencopotan Camat Rantebua, maka masyarakat ingin turun audensi maupun aksi ke kantor Bupati" ujar Glory.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Pemkab Torut
Berikan Komentar Anda