Rabu, 12 Oktober 2022 14:42

Sudirman Ungkap Ancaman Kemiskinan Ekstrem: Kita Harus Hadapi Berjemaah

Gubernur Sudirman Sulaiman memimpin High Level Meeting Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kota Makassar, Selasa, 11 Oktober 2022.
Gubernur Sudirman Sulaiman memimpin High Level Meeting Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kota Makassar, Selasa, 11 Oktober 2022.

Sudirman mengakui ancaman inflasi sangat besar. Semua negara di dunia tengah mempersiapkan diri menghadapi tahun kelam itu.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman mengatakan, pengendalian Inflasi di daerah harus ditangani kolektif. Inflasi global di 2023 bisa menjadi pemicu kemiskinan ekstrem jika tak diatasi bersama.

“Kita harus kompak, harus bersatu dari pusat, provinsi, kabupaten/kota untuk penanganan inflasi ini. Ini sangat penting sekali, kita berjemaah,” kata Sudirman saat memimpin High Level Meeting Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Claro, Kota Makassar, Selasa, 11 Oktober 2022.

Andi Sudirman menyebutkan, untuk menekan inflasi pada 2023, pemerintah daerah harus punya program berbasis pangan. Program yang menyentuh langsung para pelaku di sektor pertanian.

Baca Juga

"Fokus kita adalah ketahanan pangan. Menjaga stok pangan agar tetap stabil. Dan ini hanya bisa dihasilkan jika produksi pangan ditopang oleh program yang berpihak," ungkap Sudirman.

Sudirman mengakui ancaman inflasi sangat besar. Semua negara di dunia tengah mempersiapkan diri menghadapi tahun kelam itu.

Dampak terbesar yang bisa timbul adalah tumbuhnya kemiskinan ekstrem. Tapi menurut Sudirman, Indonesia termasuk negara yang dianggap lebih siap dengan kondisi itu.

Wakil Ketua DPRD Sulsel, Syaharuddin Alrif menyampaikan apresiasi atas kinerja yang dilakukan Gubernur Andi Sudirman beserta jajaran di Pemprov Sulsel. Termasuk program penganggaran di tahun 2023 dalam upaya penanganan inflasi.

“Ke depan, yang pertama tentu tahun persiapan APBD 2023 kita di 26 Oktober. Untuk persiapan APBD 2023 maka kebijakan strategis Pak Gubernur yang mensupport adanya hasil uang baru yang ada di masyarakat,” sebutnya.

Ia mencontohkan Dinas Tanaman Pangan, Ketahanan Pangan, Holtikultura dan Perkebunan (Dinas TPH-Bun Sulsel) memprogramkan anggaran Mandiri Benih untuk lahan 100.000 hektar di Sulsel. Program ini mendatangkan uang baru di masyarakat.

Ia mengalkulasi jika rata-rata per hektar naik sekitar 2 ton. Di mana setiap ton-nya Rp10 juta dan dikalikan 100.000 hektar, maka terdapat uang baru sekitar Rp2 triliun di Sulsel.

“Seperti dikatakan Bapak Bupati Soppeng itu per hektarnya 10 juta. Ini (Sulsel) dikalikan 100.000 hektar. Itu ada uang baru di Sulsel sekitar Rp2 triliun,” terang Syahruddin.

Program lain di lewat program menanam di halaman rumah, menanam cabe, tomat, bawang dinilainya baik. Ini juga akan banyak membantu saat krisis pangan melanda.

“Saya rasa Pak Gubernur sudah cukup bagus dan ini kami melihat di masyarakat sebagai wakil rakyat yang sering turun ke masyarakat,” ujarnya.

Contoh lain yang disampaikan, di sektor kesehatan tahun 2023 kebijakan Gubernur terdapat 1,7 juta Penerima Bantuan Iuran (PBI) APBD yang dibayarkan BPJS Kesehatan.

“Sisanya pemerintah kabupaten untuk membantu itu. Ada Rp219 miliar untuk 2023,” ucapnya.

Walaupun terjadi inflasi, Syahruddin optimistis ekonomi Sulsel akan bangkit.

“Demikian juga DPRD Sulsel mensupport Forkopimda untuk kemajuan Sulsel agar Supaya akhir Oktober 2022 Oktober sampai akhir Januari 2023 awal insya Allah Sulsel kembali normal dan bangkit kembali ekonominya di tingkat Sulsel,” pungkasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel #Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman #Inflasi
Berikan Komentar Anda