Berkat Postingan di Medsos, SDN 9 Rantebua Torut Banjir Bantuan dari Donatur
SDN 9 Rantebua memang termasuk salah satu sekolah di Toraja Utara yang masih kurang dalam hal fasilitas belajar.
TORUT, PEDOMANMEDIA - SD Negeri Rantebua, Toraja Utara menerima banyak bantuan dari alumni dan donatur berkat postingan di media sosial. Kepala SDN 9 Rantebua Hetti Herawati kerap memposting kondisi sekolah yang kurang representatif, dan akhirnya menggerakkan banyak orang untuk membantu.
Hetti mengaku tak menyangka postingannya direspons banyak orang. Padahal menurutnya, postingan itu awalnya hanya sekadar berbagi.
"Awalnya saya sering membagikan keadaan sekolah di Facebook dan Youtube. Sebenarnya itu hanya sebagai kenang-kenangan saja agar bisa dilihat oleh alumni. Nyatanya postingan itu malah menarik perhatian dari banyak orang," jelas Hetti kepada PEDOMANMEDIA, Sabtu (20/8/2022).
Salah satu postingan Hetti yang paling banyak menarik.perhatian adalah ketika membagikan kondisi lahan sekolah yang tertunda untuk dieskavator. Dalam gambar yang dibagikan Hetti, halaman sekolah tampak terbengkalai.
"Postingan tersebut langsung mengundang banyak simpati dari kenalan saya di Facebook. Ada juga beberapa alumni yang menyumbang. Dari situ kami dapat dana yang mencukupi untuk perluasan lahan sekolah dan akhirya selesai dengan baik," ujar Hetti.
Menurutnya, donatur datang dari berbagai daerah. Ada yang berasal dari Kalimantan hingga Papua. Termasuk salah satunya adalah Kepala Dinas Kesehatan Toraja Utara.
"Kadiskes ini saya kenal karena sering mengunjungi sekolah kami ketika masih menjabat sebagai kepala Puskesmas Bokin. Kami juga sudah memiliki grup keluarga dan sahabat SDN 9 Rantebua tempat kami berbagi kondisi dan perkembangan sekolah kami. Dari sanalah beliau ikut membantu," cerita Hetti.
SDN 9 Rantebua memang termasuk salah satu sekolah di Toraja Utara yang masih kurang dalam hal fasilitas belajar. Sekolah ini hanya memiliki 6 ruang belajar dan 1 perpustakaan. Tak ada ruang guru. Akibatnya aktivitas belajar-mengajar tidak begitu kondusif,
“SDN 9 Rantebua merupakan pelaksana Asesment Nasional dengan moda daring full sejak tahun 2021 dan sudah pernah mendapatkan bantuan laptop serta chroombook dari dana BOS Afirmasi 2019-2020 dan bantuan Media Pendidikan 2022. Tetapi kami belum memiliki ruangan laboratorium komputer untuk meletakkan laptop-laptop tersebut agar dapat digunakan oleh siswa”, tutur Hetti.
Hetti menambahkan bahwa Dinas Pendidikan Toraja Utara telah menjanjikan pembangunan 1 gedung kelas untuk tahun anggaran 2023. Ia berharap hal ini dapat terealisasi agar kegiatan belajar mengajar lebih maksimal.
Penulis: Mahardika
