Selasa, 08 Februari 2022 18:45

Respons SYL, PT PI Dukung Tindakan Tegas Distributor Pupuk 'Nakal'

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

alokasi Pupuk Urea di Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 15.644 ton. Sampai 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 2.857 ton.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - PT Pupuk Indonesia ikut merespons pernyataan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) yang meminta Kapolres menangkap distributor pupuk 'nakal'. Manajemen PT PI menilai aturan distribusi pupuk memang harus tegas.

SVP Pemasaran PSO Wilayah Timur PT Pupuk Indonesia, Muhammad Yusri mengatakan, pemberian sanksi sudah tepat jika ada distributor yang 'nakal'.

"Kami sependapat untuk memberikan sanksi ke distributor dan pengecer jika terbukti melakukan pelanggaran dalam penyaluran pupuk subsidi," kata Muhammad Yusri kepada PEDOMANMEDIA, Selasa (8/2/2022).

Baca Juga

"Sanksinya mulai surat teguran/peringatan sampai pemecatan," tambahnya.

Ia menerangkan dasar penyaluran pupuk subsidi untuk tahun 2022 adalah Permentan No. 41 tahun 2021 tentang Penetapan Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian. Dan Permendag No.15/M-DAG/PER/4/2013 tentang Pengadaan dan Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian.

Yusri membeberkan alokasi Pupuk Urea di Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 15.644 ton, sampai dengan 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 2.857 ton (18% dari Alokasi 1 tahun).

Alokasi pupuk SP-36 Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 880, sampai dengan 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 50 ton (5,7% dari Alokasi 1 tahun).

Alokasi pupuk ZA Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 970 ton, sampai dengan 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 58 ton (5,9% dari Alokasi 1 tahun).

Alokasi pupuk NPK Phonska Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 2.120 ton, sampai dengan 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 461 ton (21% dari Alokasi 1 tahun).

Alokasi pupuk Organik Granul Kabupaten Bulukumba tahun 2022 sebesar 1.040 ton, sampai dengan 7 Februari sudah terealisasi sebanyak 14 ton (1,3% dari Alokasi 1 tahun).

Sebelumnya, Mentan SYL meminta Kapolres untuk menangkap jika ada distributor pupuk 'nakal' di Kabupaten Bulukumba. Mentan SYL benar-benar ingin ada perhatian besar untuk petani.

"Distributor pupuk yang ada di sini. Kalau dia main-main. Tangkap itu Pak Kapolres," kata SYL saat mengunjungi Desa Bialo, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, Sulsel.

SYL menuturkan pupuk tersebut, bukan langka, tapi memang kurang. Dengan kondisi demikian, tak boleh ada pihak yang memainkannya.

"Kalau bukan petani yang dapat. Main-main kiri, ngak boleh. Tangkap. Saya mau liat Anda punya prestasi dan sampai namamu di Kapolri" tambanya sedikit menantang.

Sementara, Kapolres Bulukumba AKBP Suryono Ridho Murtedjo mengaku akan mengawal kebijakan pemerintah, dalam hal ini Kementerian Pertanian tersebut. Kata Kapolres lagi, pihaknya intens melakukan pengawasan.

"Harus sama-sama kita jaga dan awasi bersama untuk mencapai hasil yang diharapkan. Sebab, akan lebih bagus jika kerja bersama, ada dukungan dan partisipasi dari masyarakat," katanya.

"Apabila masyarakat mendapatkan hal-hal yang tidak sesuai, tolong kami dibantu informasikan," tegas Kapolres menambahkan.

Anggota Komisi B DPRD Bulukumba, Asri Jaya ikut menanggapi pernyataan Menteri Pertanian (Mentan) RI SYL yang meminta Kapolres untuk menangkap jika ada distributor pupuk 'nakal' di Kabupaten Bulukumba. Ia mengaku akan menyupport Kapolres Bulukumba.

"Saya harap Pak Kapolres respons dengan hal itu. Kalau ada distributor 'nakal', silakan diproses. Saya sangat mendukung," kata legislator Golkar itu, ketika dikonfirmasi melalui telepon selulernya, Ahad (6/2/2022) malam.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Mentan Syahrul Yasin Limpo #Distributor Pupuk Nakal #Bulukumba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer