TORUT, PEDOMANMEDIA - Ketua Yayasan Objek Wisata Pala' Tokke Yulius Dakka menyoroti pembangunan objek wisata Pala' Tokke, Toraja Utara yang dinilai asal-asalan. Proyek ini menghabiskan dana alokasi khusus (DAK) Rp3,6 miliar.
"Kami kecewa. Kerjanya asal-asalan. Beberapa bagian tidak sesuai perencanaan," ketus Yulius Dakka, Selasa (25/01/2021/) saat ditemui di lokasi proyek.
Proyek Pala Tokke berlokasi di Dusun Mengke'pe' Kelurahan Pa'paelean, Kecamatan Sanggalangi'. Kawasan wisata ini termasuk salah satu spot andalan Torut.
Yulius mengatakan, sebagai pengelola objek wisata, ia tidak bisa mengawasi kontraktor secara optimal. Kontraktor bekerja tidak berdasarkan standar. Di lokasi juga tidak terpasang papan proyek selama ini.
"Sebagain yang saya lihat belum selesai. Kita juga bingung mau awasi karena proyek ini saat dikerjakan tidak ada papan proyeknya," terang Yulius.
Menurutnya, di proyek ini ada beberapa item yang dikerjakan di tahun 2021. Di antaranya gazebo 5 unit, menara toilet dua unit dengan anggaran mencapai Rp250 juta per unitnya.
"Jadi menara toilet itu menelan Rp500 juta totalnya. Ada juga jalur pesepeda yang anggarannya sekitar Rp1 miliar," ungkap Yulius.
Yulius mengungkapkan, karena kualitas pengerjaan yang tidak sesuai standar, sebagian sudah hancur. Pengerjaannya asal jadi.
"Dan juga sampai sekarang sebagian belum dimanfaatkan. Ya karena itu tadi bagian-bagian banyak yang tidak sesuai spek," ucapnya.
Proyek ini dikerjakan oleh CV Arkana Energi Timur. Anggarannya bersumber dari DAK yang ditangani Pemprov Sulsel.
"Jadi di sini bangunan toiletnya belum berfungsi. Dan juga proyek parkirannya sudah mulai hancur terkelupas," ketusnya.
Sementara itu Kadis Pariwisata Torut Yorrye Lasewangan yang dikonfirmasi mengaku belum bisa memberi keterangan lebih rinci karena sedang sakit.
"Maaf dek saya lagi sakit jadi sudah dulu ya soalnya saya masih dirawat di Rumah Sakit Elim ini," singkatnya.
BERITA TERKAIT
-
Ikuti Asistensi APBL, Program Lembang Salu Sopai Kini Lebih Terarah
-
Dorong Transparansi, 111 Lembang di Toraja Utara Lakukan Asistensi APBL di Dinas PML
-
Bupati Frederik Minta Warga Torut Tanamkan Budaya Malu Soal Kebersihan
-
Pemkab Torut Raih Penghargaan Universal Health Coverage (UHC) 2026
-
Telan Rp12,3 M, Bupati Frederik Resmikan Jembatan Termahal di Torut