Senin, 24 Januari 2022 07:41

Kemiskinan Sulsel Turun, tapi Ada Ancaman Populasi Pengangguran Naik

Ilustrasi (int)
Ilustrasi (int)

Pertama daya serap lapangan kerja. Di mana dalam 5 tahun, Sulsel menjadi daerah tujuan para pencaker dari Indonesia timur.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, Sulawesi Selatan berhasil memangkas tren kemiskinan dalam 6 bulan terakhir. Namun populasi pengangguran bisa jadi masalah jika beberapa indikator ini tak diperbaiki.

"Ada kecenderungan pengangguran turun. Tapi angkanya kecil. Ada potensi populasinya akan naik jika indikator indikator ekonomi tak diperbaiki," jelas pengamat ekonomi, Sjamsul Ridjal, Senin (24/1/2022).

Menurut Sjamsul, ada beberapa aspek yang harus diperbaiki. Pertama daya serap lapangan kerja. Di mana dalam 5 tahun, Sulsel menjadi daerah tujuan para pencaker dari Indonesia timur.

Baca Juga

"Ini memberi beban berat dalam perbaikan ekonomi. Karena jumlah pencaker yang datang ke Sulsel terutama Makassar melebihi kemampuan daya serap lapangan kerja," jelasnya.

Kedua, investasi belum pulih sejak pandemi 2020. Meski ekspor tumbuh di triwulan terakhir 2021, situasi ini belum mampu mengembalikan stabilitas di seluruh sektor penyangga ekonomi.

Sjamsul menilai dalam 5 tahun ke depan Sulsel masih akan menghadapi persoalan pengangguran yang pelik. Yang riskan karena angka penganggur dengan tingkat pendidikan rendah trennya lebih tinggi.

"Ini yang sulit terserap lapangan kerja karena tak punya skill," katanya.

Kepala BPS Sulsel Suntono dalam siaran persnya menyebutkan, angka kemiskinan Sulsel per September 2021 ada di angka 8,53 persen atau 765,46 jiwa. Angka ini mengalami penurunan sebesar 0,25 persen dibanding Maret 2021 yang sebesar 8,78 persen.

Penurunan ini murni dicapai setelah kepemimpinan Plt Gubernur Sulsel Andi Sudirman Sulaiman. Angka 0,25% menurut Suntono cukup signifikan.

“Ini kemiskinan di Sulsel mengalami penurunan ya,” ujar Suntono.

Dirinya juga memberikan apresiasi kepada pemerintah Sulsel yang telah memberikan intervensi secara tepat khususnya di masa pandemi.

“Jika melihat ini mengalami penurunan berarti langkah-langkah pemerintah setempat sudah tepat,” tambah Suntono.

Bukan hanya kemiskinan, BPS Sulsel juga memaparkan eksisting angka pengangguran di Provinsi Sulsel. Untuk angka pengangguran, per Agustus 2021 sebesar 5,72 persen atau menurun 0,59 persen dibandingkan Agustus 2020 6,31 persen.

“Demikian juga presentase pekerja setengah penganggur turun sebesar 2,54 persen poin dibandingkan Agustus 2020,” ujar Suntono.

Untuk pertumbuhan ekonomi, lanjut Suntono, Provinsi Sulsel juga mencatat angka yang terus mengalami peningkatan. Untuk triwulan III 2021 terhadap triwulan sebelumnya mengalami pertumbuhan sebesar 3,71 persen, ini untuk quartal to quartal.

“Sedangkan untuk year to year, ekonomi Sulse untuk triwulan III 2021 dibanding trwulan III 2020 tumbuh sebesar 3,24 persen,” tambahnya.

Editor : Muh. Syakir
#Populasi Pengangguran #Angka Kemiskinan
Berikan Komentar Anda