MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Diduga ada aroma korupsi di UPTD Pengelolaan Kulit Kota Makassar. Pasalnya, sejak diadakan mesin penyamakan kulit pada 2014 hingga saat ini tidak menghasilkan hal yang berarti.
Mesin yang menghabiskan anggaran miliaran rupiah tersebut hingga saat ini tak membuahkan hasil bahkan dianggap tidak memberikan kontribusi untuk PAD Kota Makassar.
"Kalau tidak salah pengadaannya itu tahun 2017. Sepertinya itu tidak berproduksi dan gagal. Makanya kita tidak tambah lagi anggaran berikutnya," kata Legislator NasDem Makassar Irwan Djafar beberapa waktu laku.
Mengenai total anggaran yang digelontorkan untuk pengadaan mesin tersebut, Irwan Djafar mengaku sudah lupa.
"Saya lupa," tutur Irwan.
Diketahui, pengadaan peralatan dan mesin penyamakan kulit Kota Makassar telah menggunakan anggaran sebesar Rp3 miliar lebih yang bersumber dari APBD Kota Makassar tahun anggaran 2014.
Kemudian dalam perjalanannya, UPTD Penyamakan Kulit kembali mendapatkan suntikan anggaran tepatnya pada tahun 2017 yang dikabarkan mencapai Rp5 miliar. Namun ironisnya, juga tak menghasilkan apa-apa. Sejak diadakan, pemanfaatan mesin yang bernilai miliaran rupiah itu tidak memberikan kontribusi terhadap peningkatan PAD Kota Makassar.
BERITA TERKAIT
-
Mantan Kades Laoni Bone Ditetapkan Tersangka Korupsi APBDes 2019 dan 2020
-
LAMAK Datangi Polda Sulsel, Serahkan Bukti Dugaan Korupsi Kepala-kepala Desa di Selayar Tahun 2020-2023
-
GIB akan Limpahkan Dokumen Dugaan Korupsi Ahok, IPR: KPK Mesti Adil
-
Rehab Sekolah di Takalar Bernilai Rp28 M Terindikasi Korupsi, Laksus Desak Pengusutan
-
Diseret Kasus Dugaan Korupsi, Wakil Ketua DPRD Makassar Lapor ke Polisi