Rabu, 05 Januari 2022 11:03

Sudah 6.000 Tersangka dan Gembong Narkoba Tewas, Duterte tak Akan Minta Maaf

Rodrigo Duterte
Rodrigo Duterte

Menurut data Pemerintah Filipina, lebih dari 6.200 tersangka narkoba tewas dalam operasi antinarkotika sejak Duterte menjabat pada Juni 2016

MANILA, PEDOMANMEDIA - Presiden Filipina Rodrigo Duterte menegaskan tidak akan pernah meminta maaf atas kematian para tersangka dan gembong narkoba yang tewas dalam gerakannya memberangus narkoba di Filipina. Duterte mengaku tak peduli dengan desakan para pegiat hak asasi manusia.

Menurut data Pemerintah Filipina, lebih dari 6.200 tersangka narkoba tewas dalam operasi antinarkotika sejak Duterte menjabat pada Juni 2016 hingga November 2021.

"Saya tidak akan pernah, tidak pernah meminta maaf atas kematian itu," kata Duterte saat memberikan pidato nasional mingguan di negara tersebut, sebagaimana dikutip dari Reuters, Rabu (5/1/2022).

Baca Juga

Dia pun menegaskan dirinya tak akan meminta maaf meski harus dibunuh atau dipenjara sekalipun.

"Bunuh saya, penjara saya, saya tidak akan pernah meminta maaf," tambah Duterte.

Kelompok hak asasi dan kritikus mengatakan penegak hukum telah mengeksekusi tersangka narkoba, tetapi polisi mengatakan mereka yang terbunuh bersenjata dan dengan keras menolak penangkapan.

Duterte, dalam pidato nasional pertamanya tahun ini, bersumpah untuk melindungi penegak hukum yang melakukan tugas mereka, memberitahu mereka untuk melawan ketika hidup mereka dalam bahaya.

Duterte, 76, memenangkan kursi kepresidenan dengan selisih lebar pada tahun 2016 dengan platform anti-korupsi dan hukum dan ketertiban.

Dirinya secara konstitusional dilarang mencalonkan diri kembali pada pemilihan tahun depan

Analis mengatakan sekutu yang terpilih dapat melindungi Duterte dari tindakan hukum apa pun atas program anti-narkotikanya.

Hakim di Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) pada bulan September 2021 menyetujui penyelidikan formal terhadap perang Duterte terhadap narkoba. ICC menangguhkan penyelidikan pada November menyusul permintaan Filipina, yang mengutip penyelidikannya sendiri.

Duterte secara sepihak membatalkan keanggotaan ICC Filipina pada Maret 2018, sebulan setelah jaksa mengatakan pemeriksaan pendahuluan atas perang narkoba sedang berlangsung.

Editor : Muh. Syakir
#Presiden Filipina Rodrigo Duterte #Narkoba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer