Jumat, 17 Desember 2021 10:49

Dijemput Polda Sulsel untuk Pengembangan, Warga Lapas Narkoba Meninggal

Proses Evakuasi Warga Binaan Lapas Bollangi yang meninggal usai dijemput Polda Sulsel.
Proses Evakuasi Warga Binaan Lapas Bollangi yang meninggal usai dijemput Polda Sulsel.

Polda Sulsel melakukan peminjaman napi dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkoba yang terjadi sebelumnya.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Andi Lolo, warga Binaan Lapas Kelas II A Bollangi Kabupaten Gowa meninggal usai dijemput aparat Polda Sulsel untuk diperiksa. Kabarnya Andi Lolo diperiksa untuk mengembangan kasus narkoba.

Andi Lolo adalah warga binaan kasus penyalahgunaan narkotika di wilayah Kabupaten Pinrang beberapa tahun yang lalu. Ia dihukum 15 tahun penjara. Saat ini ia telah menjalani masa hukuman 6 tahun.

Kepala Lapas Bollangi, Yusran Sa’ad yang dikonfirmasi, Kamis malam (16/15/2021) mengaku bahwa dirinya tidak tahu menahu perihal kronologi kematian warga binaannya itu.

Baca Juga

Dia hanya menyebut, bahwa sebelum korban meninggal, ia dikeluarkan berdasarkan peminjaman narapidana oleh penyidik Polda Sulsel. Dan pihaknya telah bekerja sesuai SOP.

"Benar yang bersangkutan meninggal dunia di luar Lapas. Kami keluarkan yang bersangkutan berdasarkan peminjaman narapidana oleh pihak penyidik Polda Sulsel. Dan itu sudah dilakukan serah terima dalam rangka pemeriksaan. Jadi setelah keluar dari Lapas itu sudah bukan tanggung jawab kami,” terang Yusran.

Sementara itu, Plt Kabid Humas Polda Sulsel Kombes Pol Ade Indrawan yang dikonfirmasi terpisah juga membenarkan perihal kematian warga binaan itu.

Kata dia, pihaknya melakukan peminjaman napi tersebut dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkoba yang terjadi sebelumnya dan ditangani oleh jajaran Ditnarkoba Polda Sulsel.

"Benar, peminjaman napi itu dilakukan dalam hal kepentingan pengembangan kasus narkoba yang terjadi sebelumnya. Itu telah ditangani Ditnarkoba Polda Sulsel," ujar Kombes Pol Ade kepada PEDOMANMEDIA, Jumat (17/12/21) pagi.

Adapun penyebab kematiannya, kata Kombes Ade, pihaknya masih menunggu hasil autopsi dari pihak Bid Dokkes Polda Sulsel.

"Untuk penyebab kematian kami masih menunggu hasil otopsi yang dilakukan kemarin," ungkapnya

Lebih jauh, polisi berpangkat Komisaris Besar Polisi ini pun menambahkan, bahwa pihaknya akan komitmen sesuai arahan Kapolri. Jika dalam hasil penyelidikan terbukti ada oknum aparat yang bertindak di luar SOP terkait penanganan kematian warga Lapas ini, maka akan ditindak sesuai dengan kode etik Kepolisian.

"Pasti ditindak, itu sesuai komitmen Kapolri dan Polda jajaran, apabila ada aparat yang diluar SOP dalam bertugas. Maka tidak akan mentolerir kesalahan dalam pelaksanaan tugas," tegasnya

Penulis : Supriadi
Editor : Muh. Syakir
#Lapas Narkoba #Polda Sulsel
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer