Sudah 33 Tewas Akibat Gempa Turki, tak Ada WNI
Sampai malam tadi upaya evakuasi masih terus dilakukan di beberapa titik terparah. Di wilayah Ankara, tempat Kedubes RI berkedudukan, pihak Kemenlu terus melakukan upaya koordinasi mengenai kondisi WNI.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) melaporkan, sampai Sabtu kemarin tak ada WNI yang menjadi korban gempa Turki. Otoritas negara itu juga mendata tak ada WNI yang mengungsi.
Sampai malam tadi upaya evakuasi masih terus dilakukan di beberapa titik terparah. Jumlah korban tewas juga terus bertambah. Laporan terakhir jumlah korban tewas sudah 33 orang.
Di wilayah Ankara, tempat Kedubes RI berkedudukan, pihak Kemenlu terus melakukan upaya koordinasi mengenai kondisi WNI. Dilaporkan dari daftar korban yang teridentifikasi tak ada WNI.
"Tidak ada (WNI yang jadi korban). Tidak ada WNI yang mengungsi," kata Juru Bicara Kemlu, Teuku Faizasyah dikutip detikcom, Minggu (1/11/2020).
Faizasyah meminta kepada WNI yang berada di Turki dan Yunani mengikuti imbauan dari KBRI Ankara. Imbauan bisa diakses melalui Twitter dan laman resmi KBRI Angkara, kemlu.go.id/ankara/id.
Dilihat pada Twitter resmi KBRI Ankara, @IndonesiaAnkara memberikan beberapa imbauan kepada WNI. WNI diminta untuk memantau perkembangan terkini dari otoritas setempat.
"Sehubungan dengan terjadinya gempa bumi berkekuatan 6,6-6,7 skala richter (SR) pada kedalaman 16,54 km di laut Aega pada Jumat, 30 Oktober 2020, pukul 14.51 WS, KBRI Ankara mengimbau WNI di Izmi dan wilayah sekitar Afyon, Sakarya, Kutahya, Mugla, Manisa, Konya, Danizli, Usak and Isparta untuk:" demikian imbaun dari KBRI Ankara, Sabtu (31/10).
"Mematuhi imbauan pemerintah setempat untuk tidak memasuki apartemen yang retak apalagi rusak parah. Mematuhi imbauan untuk tinggal sementara di lokasi-lokasi aman yang disediakan oleh pemerintah Turki," sambungnya.
KBRI Ankara meminta agar WNI memantau informasi terkini dari otoritas setempat. Serta melaporkan jika menemukan kendala yang berarti.
"Memonitor perkembangan gempa yang disampaikan oleh otoritas terkait di Turki termasuk AFAD (the Disaster and Emergency Management Presidency). Jika tercium bau gas, agar meninggalkan apartemen dan melaporkan kepada otoritas yang berwenang," tutnya.
"Dalam memerlukan bantuan segera (emergency), diimbau untuk segera menghubungi, (a) hotline KBRI Ankara +90 532 135 2298, +90 533 812 0760, +90 535 930 4118. (b) hotline KJRI Istanbul +90 543 453 5611," tambahnya.
Gempa berkekuatan 7 SR terjadi di kawasan Laut Aegea. Gempa yang mengguncang wilayah Turki dan Yunani itu terjadi pada 30 Oktober 2020 pukul 14.51 waktu setempat.
