Muh. Syakir : Rabu, 10 November 2021 22:34
Jenazah Wiwin dievakuasi petugas.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Warga Jl Toa Daeng III, Lorong Alamanda, Kota Makassar, digegerkan dengan penemuan mayat, pada Rabu (10/11/2021). Mayat itu ditemukan di kamar kos dalam kondisi sudah membusuk.

Informasi diperoleh, korban diketahui bernama Wiwin. Ia karyawan swasta asal Kabupaten Sidrap.

Pria 30 tahun itu ditemukan meninggal dunia di toilet kamar kosnya. Sejumlah personel Polsek Manggala yang tiba di lokasi langsung memasang garis polisi.

Kapolsek Manggala, Kompol Supriadi Idrus yang dimintai konfirmasi mengatakan, dugaan sementara korban meninggal dunia karena sakit dan terjatuh di kamar mandi kosnya.

"Diduga korban ini sakit dan terjatuh di toilet hingga meninggal dunia," kata Kompol Supriadi Idrus, Rabu (10/11/2021).

Polisi yang kerap disapa Kompol Edhy ini menjelaskan, bahwa penemuan jasad Wiwin bermula adanya kecurigaan tetangga kamarnya akibat air di dalam toilet kamar Wiwin terus mengalir dan mengeluarkan bau busuk.

Selain itu, beberapa hari terakhir Wiwin juga tidak pernah terlihat. Atas dasar itu, tetangga kamarnya mencoba mencari tahu sumber bau dan kondisi Wiwin. 

"Awalnya tetangga kamar korban memang curiga karena air toiletnya itu mengalir terus kemudian berbau. Karena curiganya itu, akhirnya tetangga kamarnya itu mendobrak pintu kamar dan menemukan Wiwin sudah meninggal di toilet," jelas Kompol Edhy.

Usai ditemukan Wiwin dalam kondisi tak bernyawa, akhirnya saksi melaporkan ke polisi setempat.

Saat dilakukan pemeriksaan, ternyata di kamar Wiwin ini ditemukan banyak obat beserta resinya. Sementara informasi dari keluarga menyebutkan jika Wiwin memang kerap mengeluh sakit kepala.

"Petugas banyak menemukan obat di kamar korban. Disitu ada juga resi obat. Dan dari informasi keluarga korban, kalau Wiwin selama ini memang mengeluh sakit kepala," kata Kompol Edhy.

Lebih lanjut, Kompol Edhy juga menambahkan, bahwa Wiwin diduga meninggal sejak empat hari lalu.

"Jenazah korban langsung diserahkan ke pihak keluarga sebab menolak untuk otopsi karena menganggap kematiannya hal wajar dan musibah jadi akan dibawa ke Sidrap untuk dimakamkan," terangnya