Kamis, 24 Maret 2022 17:45

Korban Mobil Nahas yang Terjun ke Sungai Tator Ditemukan Tewas, Terseret Arus 5 Km

Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban lakalantas yang mobilnya terjun ke sungai.
Tim SAR gabungan mengevakuasi jenazah korban lakalantas yang mobilnya terjun ke sungai.

Jenazah korban terseret arus sungai hingga 5 kilometer. Hari ini kita temukan di bebatuan.

TATOR, PEDOMANMEDIA - Korban kecelakaan lalu lintas di Salubarani, Tana Toraja yang dinyatakan hilang sejak Minggu (20/3/2022) akhirnya ditemukan, Kamis siang (24/3/2022). Korban bernama Amata Bitticaca (61) ditemukan tersangkut di bebatuan dalam kondisi meninggal dunia.

Jasad korban ditemukan di Desa Salassa, Kecamatan Curio, Kabupaten Enrekang sekitar pukul 10.55 Wita. Kondisi jenazah sudah membusuk.

Humas Basarnas Pos Palopo, Usman membenarkan penemuan jasad korban Amata Bitticaca. Ia menyebutkan, tim SAR gabungan menemukan jasad korban sekitar 5 kilometer dari lokasi kecelakaan.

Baca Juga

"Jenazah korban terseret arus sungai hingga 5 kilometer. Hari ini kita temukan di bebatuan," terang Usman seusai mengevakuasi jenazah korban.

Diketahui Lakalantas terjadi pada Minggu (20/3/2022) lalu pukul 04.00 Wita. Mobil Innova bernomor polisi DP 1481 KC dari arah Makassar menuju Toraja hilang kendali dan terjun ke sungai yang berada di samping jalan poros trans-Sulawesi.

Lokasi kejadian tepatnya di Kelurahan Salubarani, Kecamatan Gandang Batu Sillanan, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan.

Tujuh penumpang diketahui masih satu keluarga itu, lima diantaranya selamat termasuk sopir dan dilarikan ke rumah sakit. Hasil keterangan kepolisian diduga sopir dalam keadaan mengantuk saat mengemudi.

Satu orang bernama Deprianti Rante Balik (28 tahun) asal Rantepao, Toraja Utara ditemukan meninggal dunia saat dilakukan pencarian korban dan evakuasi mobil dari dasar sungai.

Sementara satu orang perempuan, Amata Bitticaca (61 tahun) asal Rantepao masih dinyatakan hilang dan belum ditemukan hingga hari ketiga. Informasi diterima, pada hari keempat (Rabu) tim gabungan melakukan penyisiran di wilayah Pana hingga ke Kalosi, Kecamatan Alla, Enrekang.

“Kami sampaikan terima kasih atas perhatian para relawan, serta koordinasi pihak BPBD Enrekang membantu tim pencarian yang sudah capai 120 orang,” ujar Ketua BPBD Tana Toraja, Alfian Andilolo.

Sementara salah satu warga perbatasan di Tana Toraja-Enrekang di Salubarani, Acca mengatakan jika kejadian Lakalantas memang sering terjadi di lokasi titik nol tempat kejadian mobil terjun di sungai.

“Memang dulu sering ada kecelakaan disitu, karena jalan lurus sehingga kendaraan yang melintas biasanya kencang,” ujar Acca.

Berikut tim gabungan yakni Brimob Yon Parepare, Pol Airud Polda Sulsel sebagai tim penyelam, Basarnas Palopo, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Enrekang, ATR Toraja, BNPD Tana Toraja, Baznas Tanggap Bencana Enrekang dan Pinrang, Mapala UNM dan Unhas, Generasi Muda Pencinta Alam Masserempulu, Keluarga Sangmadandanan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Enrekang, Federasi Arum Jeram Indonesia (FAJI) Toraja Utara, Mahasiswa UKI Toraja dan KPA Rimba, serta masyarakat Salubarani dan Pana.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Lakalantas Tator #Tewas
Berikan Komentar Anda