Minggu, 24 Oktober 2021 10:21

Menuju Tipe B, RSUD Majene Kunjungan Kerja ke RSUD Haji Makassar

Manajemen RSUD Majene usai konsultasi dengan RSUD Haji Makassar.
Manajemen RSUD Majene usai konsultasi dengan RSUD Haji Makassar.

Di Majene belum ada RS tipe B. Padahal tingkat kebutuhan masyarakat sangat tinggi.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Manajemen RSUD Haji Makassar menerima rombongan RSUD Majene, Sabtu (22/10/2021). Kedatangan manajemen RSUD Majene dalam rangka sharing menuju RS tipe B.

Turut dalam rombongan, Ketua dan Sekretaris Komisi III DPRD Mejene. Hadir dalam pertemuan ini Direktur RSUD Haji dr Andi Mappatoba didampingi sejumlah pejabat internal.

Mappatoba mengungkapkan, menuju RSUD tipe B dan rujukan memang membutuhkan kerja keras. Selain upaya konsultasi, dukungan anggaran sangat menentukan percepatan proses ini.

Baca Juga

"Karenanya tepat saya kira kalau di sini hadir Ketua Komisi III. Agar bisa secara langsung mendengarkan berapa anggaran yang dibutuhkan menuju ke sana (tipe) B. Nah ini menjadi tanggung jawab teman teman di parlemen untuk memperjuangkannya," terang Mappatoba.

Menurut Mappatoba, beberapa item anggaran harus disiapkan selama proses. Pertama, anggaran konsultasi. Konsultasi mencakup pertemuan dengan berbagai stakeholder.

"Jadi harus dihitung-hitung itu anggaran untuk beberapa kali konsultasi. Karena konsultasi dilakukan sampai ke Jakarta di beberapa lembaga terkait. Dan itu sangat penting," jelasnya.

Selain itu, kata Mappatoba harus dilakukan kunjungan semacam studi banding ke berbagai rumah sakit di luar Sulsel. Studi banding ini juga penting untuk melihat standar sarana dan pelayanan di rumah sakit tipe B di Pulau Jawa. Agar nantinya bisa menjadi rujukan di Majene.

"Ada beberapa rumah sakit di Jawa yang bisa jadi rujukan. Kita tinggal pilih saja untuk jadi objek studi. Saya banyak yang bisa diadopsi di sana," paparnya.

Mappatoba menyarankan langkah pertama setelah konsultasi ini adalah menyiapkan master plan rumah sakit. Setelah itu segera temui bupati dan paparkan semua kebutuhan yang mesti disiapkan.

"Jika ini berjalan sesuai tahapan tahapan itu, saya yakin setahun dua tahun ke depan RSUD Majene sudah bisa berstatus tipe B dan rujukan," imbuhnya.

Ketua Komisi III DPRD Majene Safaat mengatakan, kebutuhan masyarakat terhadap status RSUD Majene sebagai rumah sakit tipe B dan rujukan sudah sangat mendesak. Karena itu ia berjanji akan berusaha mendorong percepatan prosesnya.

"Terutama soal anggaran. Tentu akan kami kawal. Karena ini kebutuhan masyarakat," jelasnya.

Menurut Safaat, di Majene belum ada RS tipe B. Padahal tingkat kebutuhan masyarakat sangat tinggi. Faktor jarak juga menjadi pertimbangan untuk memprioritaskan hal ini.

Direktur RSUD Majene dr Hj Yupie Handayani mengemukakan, beberapa sarana dan prasarana kesehatan sudah mendesak untuk dihadirkan. Hanya saja selama ini RSUD terkendala anggaran.

"Sehingga kita berharap benar-benar ada dukungan anggaran pada 2022. Ini untuk mempercepat proses yang kita tempuh menuju tipe B," katanya.

Humas RSUD Haji Makassar Muhsin menjelaskan, RSUD Majene memilih RSUD Haji sebagai tempat kunjungan kerja karena beberapa pertimbangan. Pertama, Direktur RSUD Haji dr Andi Mappatoba dianggap sebagai figur berpengalaman dan bisa memberi solusi.

"Kedua, RSUD Haji memang ada bebrapa terobosan. Di antaranya pengembangan unggulan ortopedi dan traumatologi, pengembnagan MRI - C. Arm serta yang paling penting bahwa kita itu punya Inovasi SIMEDIS TRENDI yang mendapatkan Penghargaan dari Bapak Gubernur sebagai sebagai sala satu Pelayanan Publik terbaik," jelas Muhsin.

Selanjutnya letak RSUD Haji Makassar yang sangat strategis sebagai RS Rujukan dari bagian selatan (Gowa, Takalar dan Jeneponta, Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai).

 

Editor : Muh. Syakir
#RSUD Haji Makassar #RSUD Majene
Berikan Komentar Anda