Dilapor Selewengkan Dana Desa, Kalem Maroson: ini Cuma Politik
Samuel mengklaim kepercayaan masyarakat masih terjaga. Ia didukung lebih dari 80% warga.
TATOR, PEDOMANMEDIA - Kepala Lembang Maroson, Tana Toraja, Samuel Patto menanggapi laporan dirinya terkait dugaan penyelewengan dana desa. Ia menyebut laporan itu sengaja dibuat lawan-lawan politiknya.
"Iya benar. Saya pernah dipanggil ke polisi soal laporan masyarakat terkait penggunaan anggaran desa. Tapi laporan itu tidak benar," katanya kepada PEDOMANMEDIA via selular malam tadi.
Samuel mengaku tak terlalu risau. Laporan itu menurutnya hanya permainan politik untuk menjatuhkan reputasinya di masyarakat lembang.
"Biasalah. Permainan politik. Orang yang laporkan saya itu adalah orang yang iri sama saya. Mereka mau menjatuhkan saya. Tapi tidak berpengaruh," ungkapnya.
Buktinya kata Samuel, kepercayaan masyarakat masih tetap terjaga. Ia mengklaim didukung lebih dari 80% warga di pemilihan kepala lembang.
"Buktinya sekarang saya jadi calon tunggal di sana. Saya tegaskan bahwa apa yang mereka telah laporkan ke penegak hukum semuanya hanya fitnah. Tidak benar," tandasnya.
Warga Klaim Punya Bukti
Sebelumnya dilaporkan oenyidik Tipikor Polres Tana Toraja tengah penyelidiki dugaan penyelewengan dana desa di Lembang Maroson. Sejumlah pihak telah diperiksa.
Informasi yang dihimpun, dana desa yang diselidiki mulai dari tahun 2015 hingga 2020. Belum diketahui berapa dugaan potensi kerugian negara.
Sekretaris Lembang (Seklem) Maroson Rante Mangalla membenarkan penyelidikan itu. Ia mengakui ikut diperiksa dalam kasus tersebut.
"Ia benar kami sementara diperiksa polisi terkait dengan penggunaan angaran dana desa tahun 2019/2021. Saya diperiksa sebagai saksi. Untuk infonya lebih jelas silakan hubungi pak mantan lembang karena beliau yang tau semuanya, karena saya saja ditelepon ji sama pak lembang, tidak ada surat resminya," katanya kepada PEDOMANMEDIA, Senin (18/10/2021)..
Sementara itu salah satu warga Lembang Maroson mengaku turut melaporkan kasus ini ke Polres Tator. Ia menduga banyak penyimpangan dana desa di masa kalem sebelumnya.
"Saya sudah melaporkan pak ke penegak hukum yakni ke Tipokor Polres Tana Toraja, dan kantor Kejasaan Tana Toraja," ungkap pria yang menolak disebutkan identitasnya itu.
Menurutnya, penggunaan angaran dana desa di Maroson tak transparan. Ia mengaku memiliki data lengkapnya dan telah diserahkan seluruhnya kepada penyidik.
"Semuanya sudah saya serahkan ke penegak hukum. Karena menurut pengamatan saya ada beberapa yang kegiatannya fiktif. Saya berharap semoga laporan saya ditindaklanjuti oleh penegak hukum," bebernya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
