Senin, 11 Oktober 2021 17:21

Orang Miskin Sulsel Capai 780 Ribu Jiwa, Hayat: Harus Ditangani dari Desa

Rakor penanganan kemiskinan di Sulsel.
Rakor penanganan kemiskinan di Sulsel.

Kepastian dunia usaha, dan peningkatan nilai ekspor sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Ini indikator utama mediataraf hidup masyarakat.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pandemi telah memproduksi rasio kemiskinan cukup tinggi dalam 18 bulan. Di Sulsel penduduk miskin menyentuh angka 780.000 jiwa.

Menanggapi pertumbuhan angka kemiskinan, Pemprov Sulsel mendorong pengentasan dimulai dari desa. Kementerian Desa harus jadi leading sektor utama.

"Semua kementerian ada pendamping sampai di desa tapi ini jalan sendiri-sendiri. Harusnya Kementerian Desa yang koordinasikan langsung untuk menyatukan persepsi dalam membangun Indonesia dari desa," jelas Sekretaris Daerah Provinsi Sulsel Abdul Hayat Gani, Senin (11/10/2021).

Baca Juga

Hayat mengungkapkan, pengentasan kemiskinan harus dimulai dari desa. Dibutuhkan sinergitas bersama agar program penguatan ekonomi masyarakat lebih efektif.

"Tidak ada kegiatan di Sulsel yang tidak ada hubungannya dengan pertumbuhan ekonomi. Tentunya ini semua adalah untuk memberikan kepastian untuk menghadapi kemiskinan di Sulsel," terang Hayat.

Menurut Hayat, kepastian dunia usaha, dan peningkatan nilai ekspor juga sangat menentukan pertumbuhan ekonomi. Pertumbuhan ekonomi adalah indikator utama meningkatkan taraf hidup masyarakat.

"Kalau masyarakat sudah meningkat ekonominya maka sudah keluar dari kemiskinan. Berarti tidak menerima lagi bansos," ujarnya.

Sejauh ini kata Hayat, bansos masih menjadi penopang dalam menjawab persoalan kemiskinan di masyarakat. Pemberian sembako tersebut didasari Surat Kemenko No B 2272/D.I/KPS.01.00/09/2021 Permensos Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Pelaksanaan Program Sembako.

Saat ini pertumbuhan ekonomi Sulsel mencapai 7,6 persen. Angka ini terbilang progresif di tengah krisis yang melanda dunia akibat pandemi.

Namun Hayat mengingatkan agar seluruh stake holder tidak boleh lengah karena angka progresif pertumbuhan ekonomi ini. Harus tetap ada upaya terencana untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di sektor pariwisata, pertanian, perikanan dan ekspor impor.

"Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan Kapolda, Kejati, BPKP, BPK dan Pangdam. Saya rasa ini sudah paripurna sebenarnya tinggal bagaimana kita sinergitaskan dengan masyarakat lewat kepala dinas sosial provinsi, dinas sosial kabupaten kota se-Sulsel dan seluruh korda se-Sulsel," jelasnya.

Editor : Muh. Syakir
#Pemprov Sulsel #Sekprov Sulsel Abdul Hayat Gani
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer