TORUT, PEDOMANMEDIA - Putupan event Toraja Highland Festival di Lapangan Bhakti, Kota Rantepao, Kabupaten Toraja Utara, tadi malam memicu kerumunan. Ribuan orang tumpah ruah.
Pemandangan ini menjadi viral. Sejumlah kalangan menyoroti panitia pelaksana yang tidak mampu mencegah membeludaknya pengunjung.
Torut saat ini masih memberlakukan kebijakan PPKM level 2. Sejatinya, tak boleh ada kerumunan. Mobilitas sosial juga masih berlaku pembatasan.
Namun, antusiasme warga tak terbendung. Sejak petang kemarin, Lapangan Bhakti, tempat penyelenggaraan acara sudah disesaki warga. Penjagaan di pintu masuk tak bisa mencegah pengunjung.
Warga datang dari berbagai penjuru daerah. Tak hanya Toraja, pengunjung juga datang dari luar daerah.
Pameran UMKM dan konser musik lokal paling banyak diserbu. Inilah yang memicu kerumunan. Sebagian besar pengunjung juga tampak mengabaikan prokes.
Ironisnya, tak nampak ada pengawalan ketat dari pihak keamanan maupun dari tim Satgas Covid-19 Toraja Utara. Akibatnya kerumunan tak terhindarkan.
Parahnya, di lokasi tempat pelaksanaan yang harusnya hanya diisi oleh 200 orang justru tampak membeludak. Ratusan orang memadati tempat itu.
Di pintu masuk lokasi pameran UMKM yang menampilkan sejumlah pernak pernik ukiran asli Toraja, warga saling berhimpitan. Warga berlomba mengabadikan foto bersama dengan Bupati Toraja Utara, Yohanis Bassang.
Bupati Yohanis juga tampak larut dalam kegembiraan. Ia terdengar berulang kali meminta agar warga tetap memakai masker dan menghindari kerumunan.
Prana Rama, Ketua Panitia Toraja Highland Festival saat dikonfirmasi mengaku sudah berusaha membatasi jumlah pengunjung. Pihaknya telah mengerahkan pengamanan di pintu masuk.
"Di pintu masuk petugas jaga membatasi pengunjung. Juga dalam lokasi kami batasi, dan di luar ada petugas keamanan yang jalan mengimbau warga agar tak berdesak-desakan. Juga sebelum acara kami sudah berkoordinasi dengan pihak satgas maupun petugas keamanan dari kepolisian dan TNI," ungkap Prana.
Ia mengklaim, warga yang masuk ke lokasi tempat pelaksanaan acara hanya sekitar 200 orang.
"Cuma 200 orang yang masuk," ucapnya.
Namun kenyataannya pengunjung mencapai ribuan orang. Bahkan di beberapa stand UMKM, warga berhimpitan sambil swafoto.
BERITA TERKAIT
-
Polda Sulsel-BNN Diminta Usut Dugaan Aliran Duit Bandar Narkoba Owen ke Bupati Torut
-
Terungkap! Identitas Diduga Bandar Narkoba Pemasok Rp11 M ke Dedy-Andre di Pilkada Torut
-
Ramai Isu Didonaturi Bandar Narkoba di Pilkada Torut, Ini Klarifikasi Bupati Frederik
-
Terbongkar, Dugaan Korupsi Insentif JKN-BOK Pegawai Puskesmas di Torut
-
Bupati Torut Frederik: Saya Pakai Mobil Listrik, Bukan Alphard