MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Pelaku pembakaran mimbar Masjid Raya Makassar, Kabba (22) diakui memiliki kelainan perilaku. Penyebabnya diduga akibat penyalahgunaan narkotika.
Kabba sejak remaja tepatnya pada usia 18 tahun diakui sudah terpengaruh obat-obatan terlarang, utamanya tembakau sintetis.
"Kalau malam biasa teriak-teriak. Tapi kadang baik. Kadang kambuh lagi," ujar Gali AZ (44) yang tidak lain adalah keluarga pelaku.
Gali mengatakan tak tahu di mana Kabba terpengaruh obat-obatan itu. Sebab sebelumnya, Kabba dikenal baik dan sering ikut kerja bangunan bersama Gali.
Tetapi sejak mengonsumsi ganja sintetis, Kabba sudah liar. Selalu pergi dan jarang pulang ke rumah.
"Tapi kalau baik lagi jiwanya dia pulang ji makan dan ganti baju," ujar Gali.
Gali sendiri mengaku sudah kewalahan menghadapi Kabba. Hingga pada suatu hari Gali mengaku membawa Kabba untuk rehabilitasi Sosial Korban Penyalahgunaan Narkoba sebab sudah meresahkan warga. Namun hanya tiga bulan karena Covid-19.
Saat keluar rehabilitasi, Kabba sempat sembuh. Namun beberapa bulan kemudian, kambuh lagi dan dibawa ke Rumah Sakit Dadi Makassar.
"Tapi di Dadi hanya 1 Minggu karena katanya harus direhabilitasi narkoba. Namun tetap dikasi obat untuk dikonsumsi rutin," katanya Gali sambil memperlihatkan surat keterangan sakit dan obat yang dikonsumsi Kabba.
Kabba pun disebut sudah berulang kali ditangkap polisi. Namun setiap ditangkap ia dilepas karena alasan Kabba gangguan mental.
BERITA TERKAIT
-
Polisi Ungkap Motif Pembunuhan Wanita di Mulia House Makassar: Pelaku Cemburu
-
Polisi Bongkar Jaringan Pengedar Sabu di Sulsel, 4 Orang Dibekuk
-
Polisi Gerebek Rumah Produksi Busur Panah di Makassar, 2 Orang Ditangkap
-
Gadis di Makassar Diperkosa 8 Pemuda Usai Dicekoki Miras
-
Polisi Tetapkan 4 Tersangka Penculikan Bilqis, 2 Warga Jambi