Kamis, 29 Juli 2021 13:57

Petrus Salim dan Thiao Akui Sumbang Rp100 Juta untuk Pembangunan Masjid Pribadi NA

Petrus Salim dan Thiao saat bersaksi di sidang lanjutan kasus NA.
Petrus Salim dan Thiao saat bersaksi di sidang lanjutan kasus NA.

2 kontraktor itu memberi uang Rp100 juta untuk pembangunan sebuah masjid di lokasi dan yayasan masjid milik Nurdin Abdullah.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Tidak mengajukan eksepsi, sidang kasus suap dan gratifikasi Gubernur Sulsel non aktif Nurdin Abdullah akhirnya memasuki pembuktian.

2 orang kontraktor, Petrus Salim dan Thiawudy Wikarso alias Thiao dihadirkan di depan Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Negeri Makassar untuk diperiksa keterangannya sekaitan dengan adanya sumbangan uang Rp100 juta untuk pembangunan masjid pribadi di lahan milik Nurdin Abdullah di Kebun Raya Puncak.

2 kontraktor itu memberi uang Rp100 juta untuk pembangunan sebuah masjid di lokasi dan yayasan masjid milik Nurdin Abdullah. Setelah keduanya diundang oleh seseorang suruhan bernama Syamsul, ke-acara peletakan batu pertama masjid tersebut.

Baca Juga

Hanya saja oleh JPU, Keterangan keduanya diragukan. Dan kemudian menanyakan apakah dalam acara itu ada permintaan secara langsung atau tidak langsung dari terdakwa Nurdin Abdullah.

Hal itu kemudian dijawab oleh keduanya, kata mereka, Nurdin Abdullah dalam acara tersebut memang sempat memberi sepatah kata, hanya saja memang tidak permintaan langsung. Namun, oleh seorang bernama Syamsul kata Thiao, dia dihampiri dan kemudian ditanyai apakah berkenan untuk turut menyumbang.

"Yah karena saya pikir ini untuk pembangunan masjid. Tentu saja saya mengiyakan dan mengatakan akan menyumbang," tukas Thiao.

Keduanya pun mengaku telah melakukan transfer senilai Rp100 juta. Hanya saja, menurutnya sumbangan itu melalui yayasan masjid dan bukan melalui pribadi terdakwa Nurdin Abdullah.

Mendapati keterangan itu KPK lantas bereaksi, keduanya lantas ditanyai terkait motivasi mereka menyumbang, padahal keduanya bukan merupakan muslim.

Alih-alih jujur, keduanya mengakui jika pemberian sumbangan tersebut diberikan tidak lain untuk mengejar amal dan pahala.

"Inikan rumah ibadah. Untuk digunakan masyarakat sekitar beribadah. Motivasi saya menyumbang pembangunan masjid itu tidak lain mengejar amal dan pahala pak," ujar Petrus Salim.

Penulis : Muh. Chaidir
Editor : Jusrianto
#Skandal Suap Nurdin Abdullah #Petrus Salim #Thiao
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer