MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Kecaman terhadap aksi koboi Satpol PP di Gowa menjadi berita paling tranding pekan ini. Disusul mutasi lebih dari 180 lebih pejabat di lingkungan Kejaksaan Agung.
Dua berita ini menempati Top Sepekan PEDOMANMEDIA. Kami mengulasnya kembali untuk pembaca.
Mutasi di Kejagung cukup mendapat perhatian di Sulsel karena di daerah ini ada 4 kajari yang ikut digeser. Salah satunya Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja Jefri Penanging Makapedua.
Jefri digantikan oleh Kajari Mamasa Erianto Laso Paundanan. Jefri selanjutnya akan menduduki jabatan baru sebagai Kajari Labuhan Batu, Rantau Prapat.
Mutasi kali ini dilakukan terhadap 185 jabatan di seluruh jajaran Kejaksaan se Indonesia. Surat keputusan tersebut dikeluarkan Rabu hari ini, 14 Juli 2021 dan ditandatangani Jaksa Agung Muda Pembinaan Bambang Sugeng Rukmono atas nama Jaksa Agung.
Jefri sendiri menjabat Kajari Tator sejak 2018.
Selain Jefri, sejumlah kajari di Sulsel juga dimutasi. Di antaranya Kajari Jeneponto Ramadiyagus yang dirotasi menjadi Kajari Tasikmalaya.
Lalu ada juga Kajari Wajo Eman Sulaeman yang menduduki jabatan baru sebagai Kajari Majalengka. Serta Kajari Maros Joko Budi Darmawan.
Kecaman Ketua MPR
Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia (MPR RI) Bambang Soesatyo (Bamsoet) turut menyoroti oknum anggota Satpol-PP yang melakukan pemukulan terhadap pemilik kafe saat melakukan peninjauan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Mikro di Kafe Ivan Riyana, Panciro, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa.
Melalui akun instagram yang centang biru, @bambang.soesatyo menyesalkan sikap arogan oknum anggota Satpol-PP Pemerintah Kabupaten Gowa tersebut di masa PKKM Mikro. Dia mengatakan seharusnya pemerintah menerapkan PPKM Mikro kepada masyarakat secara humanis.
"Hindari arogansi. Sikap arogan seperti ini yang harus dihindari. Hadapi masyarakat secara humanis," sorot Bamsoet sembari mengunggah sebuah video berdurasi satu menit 20 detik di akun Instagram miliknya.
Di dalam kolom komentar akun instagram Bamsoet, banyak nitizen yang mengecam tindakan oknum Satpol-PP Gowa itu. Mereka juga mendesak penegak hukum untuk profesional dalam memproses kasus tersebut.
"Jangan cuma dipecat. Penjarakan saja sekalian, pemukulan itu sudah gak benar, " tulis akun @bonniboncel di kolom komentar akun instagram Bamsoet.
Sejak Bamsoet memposting aksi pemukulan oknum anggota Satpol-PP tersebut di akun instagramnya, sudah ribuan akun yang memberi like serta komentar.
BERITA TERKAIT
-
TOP SEPEKAN: Polisi Tembak Pelaku Curanmor di Wajo; Raja Tambang Kalteng Samin Tan Ditahan
-
TOP SEPEKAN: KPK Telisik TPPU Bupati Pekalongan; AKP Muh Arif jadi Kasatnarkoba Polres Torut
-
TOP SEPEKAN: Irma Bongkar Dedy-Andre Terima Duit Bandar Narkoba; Bareskrim Tangkap Ko Erwin
-
TOP SEPEKAN: Istri Anggota DPRD Sulsel Tewas Kecelakaan, 2 Pentolan KKB Pembunuh Polisi Ditangkap
-
Jaksa Agung Bersih-bersih, 43 Kepala Kejaksaan Negeri Dirotasi