ENREKANG, PEDOMANMEDIA - Pemkab Enrekang Dinas Pertanian melakukan MoU dengan PT PLN UP3 Pinrang. Kerjasama dalam rangka pengembangan pertanian modern yang ramah lingkungan yakni Pemanfaatan Listrik Untuk Budidaya Bawang Merah (Petik BM).
Kepala PT PLN UP3 Pinrang Mulke Gel Tumaken menyampaikan data pelanggan rumah kebun listrik masih didominasi dengan pelanggan dengan lampu penjerat.
“Ada 1.300 pelanggan kami yang menggunakan lampu sebagai penjerat hama, sementara pompanisasi 20 pelanggan,” terangnya.
Ia juga mengatakan belum maksimalnya penggunaan listrik dikarenakan masih menggunakan diesel sehingga belum ramah lingkungan.
“Masih banyak yang belum memaksimalkan listrik seperti mengkonversikan mesin alkon yang digunakan untuk pompanisasi menggunakan listrik juga sebagai penyiram agar ramah lingkungan," bebernya.
Sementara itu, Bupati Enrekang Muslimin Bando mengatakan keunggulan dari penggunaan lampu sebagai penjerat hama sangat hemat energi listrik dan ramah lingkungan.
“Dengan cara ini cost yang digunakan untuk mengusir hama itu bisa diturunkan 30%," ungkapnya.
Dikatakan pula, melalui program ini menciptakan ramah lingkungan dengan memanfaatkan modernisasi pertanian.
“Melalui MoU ini diharapkan lahir hasil pertanian bawang merah yang ramah lingkungan dengan tidak lagi menggunakan racun untuk pengusir hama," jelasnya.
BERITA TERKAIT
-
Kisah Pahit Guru di Enrekang: TPG 2023-2025 Belum Dibayar
-
Sempat Molor, Pemkab Enrekang Resmi Perpanjang Kontrak PPPK
-
Bupati Yusuf Gandeng 2 Peneliti Belanda Wujudkan Transformasi Pertanian di Enrekang
-
Temu Pendidik Nusantara XII di Enrekang: Saatnya Isu Lingkungan jadi Diskusi di Ruang Kelas
-
DPRD Soroti Inspektorat Enrekang: Pengawasan Keuangan tak Proaktif