2 Varian Corona Ganas Masuk Indonesia, Danny: Ada Kerumunan Saya Bubarkan
Tak hanya mudik, semua ruang yang bisa memicu berkumpulnya orang, dicegah. Seperti aktivitas perdagangan di pasar dengan tingkat kerumunan tinggi.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menemukan dua dari tiga varian Corona ganas sudah masuk Indonesia. Wali Kota Makassar Moh Ramdhan Pomanto meminta masyarakat tak abai dengan peringatan ini.
"Intinya patuh pada prokes. Jangan bandel. Itu saja. Jangan ada kerumunan. Untuk sementara tahan dirilah jangan mudik dulu," ujar Danny, Kamis (6/5/2021).
Menurut Danny, mudik adalah salah satu momentum rentan penyebaran Corona. Karena interaksi orang sangat tinggi di sana.
"Karena itu pemerintah mencegahnya. Paling tidak potensi penyebaran itu kita tutup dulu, " katanya.
Tak hanya mudik, semua ruang yang bisa memicu berkumpulnya orang, dicegah. Seperti halnya aktivitas perdagangan di pasar dengan tingkat kerumunan tinggi. Lalu di mal yang saat ini banyak menjadi pusat konsentrasi orang.
Semua itu kata Danny menjadi perhatian pemerintah. Ia menegaskan akan bertindak lebih komprehensif, agar upaya menekan laju kasus Corona bisa dilakukan lebih cepat.
"Saya sudah minta tempat-tempat rawan berkumpulnya orang itu dijaga. Ada polisi ada satpol. Kalau terjadi kerumunan saya minta langsung dibubarkan," tegasnya.
Variant of concern adalah varian Corona yang menunjukkan adanya bukti peningkatan penularan. Varian ini menyebar di Eropa dan sekarang telah masuk RI.
Para ahli menyebut ada keparahan penyakit misalnya peningkatan rawat inap atau kematian, penurunan signifikan dalam netralisasi antibodi, hingga penurunan efektivitas dalam pengobatan. Semua ini harus diwaspadai.
Berikut 3 varian mutasi 'ganas' COVID-19 yang jadi perhatian WHO dikutip detikcom:
B117. Pertama kali terdeteksi: Inggris
- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen
- Potensi peningkatan keparahan berdasarkan tingkat rawat inap dan angka kematian kasus
- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi
Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia per Januari 2021
P.1. Pertama kali terdeteksi: Brazil
- Terdapat bukti varian ini mempengaruhi penularan dan kemampuan antobodi yang dihasilkan baik dari infeksi maupun vaksinasi untuk menetralkan virus
- Penurunan kerentanan yang signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal
- Dampak minimal pada netralisasi antibodi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi
B1351. Pertama kali terdeteksi: Afrika Selatan
- Adanya peningkatan transmisi sebesar 50 persen
- Dampak minimal pada netralisasi dengan plasma konvaselen dan pasca vaksinasi
- Mempengaruhi netralisasi yang cukup signifikan terhadap pengobatan antibodi monoklonal
Varian ini diperkirakan sudah masuk ke Indonesia pertengahan April 2021
Varian of concern memerlukan upaya yang lebih masif dan luas untuk mengendalikan penyebaran, peningkatan pengujian, dan penelitian untuk menentukan efektivitas vaksin dan pengobatan pada varian tersebut.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
