Bantah Ancam Wartawan, Anggota DPRD Torut: Saya Cuma Bilang Hati-hati
Ratte Salurante membantah mengancam wartawan. Ia mengaku hanya meminta agar media jangan memprovokasi.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Anggota DPRD Toraja Utara Ratte Salurante membantah melontarkan ancaman kepada wartawan PEDOMANMEDIA terkait berita judi sabung ayam di Toraja Utara. Ratte menyebut, ia hanya memberi peringatan agar tidak memprovokasi.
"Nda benar saya mengancam. Saya cuma bilang hati-hati memuat berita di media. Jangan memprovokasi. Seperti membanding bandingkan antara kinerja Polres Toraja Utara dan Polres Tator. Begitu juga BPS (BPS Gereja Toraja) jangan diadu domba mereka," ujar Ratte, Selasa (27/4/2021).
Menurut Ratte, tidak relevan membandingkan kinerja Polres Tana Toraja dengan Polres Toraja Utara. Sebab karakter kedua daerah sangat berbeda. Sehingga pendekatannya pun harus berbeda.
"Apa yang dilakukan Polres Torut saya setuju mereka lebih banyak melakukan pendekatan persuasif. Kekeluargaan. Karena terbukti selama ini penanganan sabung ayam secara represif sudah banyak sekali korban nyawa. Itu yang perlu kita ketahui," jelasnya.
Ratte sebelumnya diberitakan mencak mencak dan melontarkan nada ancaman saat bertemu wartawan PEDOMANMEDIA di apcara pelantikan Bupati dan Wabup Torut di Kantor Gubernur Sulsel, Kota Makassar, Senin (26/4/2021).
"Kau namanya Andarias Padaunan? Kau sekarang dicari-cari sama pemain judi sabung ayam karena kau tulis berita judi sabung ayam. Hati-hati kau," katanya dengan nada yang mengancam.
Ratte juga menuding gara-gara tulisan itu memengaruhi hubungan polisi dengan Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja.
"Kau itu kasih adu BPS dengan polisi," ketusnya.
Sebelumnya BPS Gereja Toraja memang bersuara keras soal penanganan judi sabung ayam di Torut. BPS menyoroti kinerja Polres Torut yang dinilai tak optimal menangani kasus ini.
Bahkan Ketua BPS Musa Salusu sempat membanding bandingkan kinerja dua Polres di Toraja dalam menangani judi sabung ayam dan adu kerbau. Yakni, Polres Tana Toraja dan Polres Toraja Utara
Ia menilai, pola penanganan kedua institusi ini jauh berbeda. Polres Tator tampak lebih agresif. Sehingga judi sabung ayam dan kerbau di daerah itu bisa diberantas dalam setahun terakhir. Sementara di Toraja Utara dianggap tidak serius.
Bukan hanya mengancam, politisi Partai Nasdem ini lalu meminta Andarias berhenti memberitakan judi sabung ayam. Ia mengklaim banyak judi sabung ayam terjadi di daerah lain dan tak dilarang.
Ia mengaku punya banyak bukti rekaman judi sabung ayam yang dibiarkan aparat.
"Jadi saya ingatkan ya tolong kamu berhenti menulis judi sabung ayam karena di daerah lain itu banya judi sabung ayam dan mereka tidak dilarang," ketusnya.
Hanya saja Ratte tak merinci di daerah mana saja judi sabung ayam itu dibiarkan aparat.
"Nanti saya kasih semua ya video-video judi sabung ayam yang mereka dibiarkan main dan tidak dilarang," bebernya.
Ratte adalah orang tua dari Pong Belo. Pemuda yang sempat viral karena menantang polisi saat arena judi sabung ayamnya digerebek.
