Sabtu, 24 April 2021 13:52

Tak Cukup Bukti, ASN yang Ditangkap Judi Sabung Ayam di Torut Dibebaskan

Arena judi sabung ayam yang digerebek Polres Torut.
Arena judi sabung ayam yang digerebek Polres Torut.

Polres Torut membebaskan ASN yang ikut diamankan saat penggerebekan judi sabung ayam. ASN itu hanya dikenakan wajib lapor.

TORUT, PEDOMANMEDIA - Salah seorang ASN Tana Toraja yang ikut diamankan saat penggrebekan judi sabung ayam di Lembang Nonongan, Kecamatan Sopai, Toraja Utara akhirnya dibebaskan. ASN berinisial YB (55) itu hanya dikenakan wajib lapor.

Kasat Reskrim Polres Torut AKP Harjoko melalui sambungan seluler, Sabtu (24/4/2021) mengatakan, yang bersangkutan hanya dikenai wajib lapor karena masih minimnya pembuktian. Pihaknya harus memeriksa beberapa saksi lagi.

"Yang ASN itu wajib lapor pak karena pembuktiannya kemarin masih kurang, dan yang di Lembang Nonongan yang kita sempat tangkap tiga orang itu 1 yang kita tahan dan dua buktinya masih kurang. Kita masih mau periksa lagi saksi-saksi yang ada di TKP," ungkapnya.

Baca Juga

Saat ditanya nama - nama yang ditangkap dan yang dibebaskan AKP Harjoko mengaku tak bisa merincinya.

"Kalau nama-namanya saya sudah lupa itu," ucapnya.

Sebelumnya Polres Toraja Utara mengamankan tiga pelaku judi sabung ayam dalam operasi di Lembang Nonongan. Mereka yang diringkus yakni inisial KL, usia 31 tahun alamat Lembang Nonongan, pekerjaan sopir. Lalu inisial YB, usia 55 tahun, alamat Rantelemo Kelurahan Sarira Kabupaten Tana Toraja, pekerjaan PNS.

Inisial AK, usia 21 tahun, alamat Topattung Kelurahan Sarira Kecamatan Makale Utara, Kabupaten Tana Toraja, Pekerjaan Tani.

Sebeluknya Polres Toraja Utara juga melakukan pembubaran praktik judi sabung ayam di Tongkonan Ne' Rongko, Lembang Tondon Matallo, Kecamatan Tondon, Sabtu (17/4/2021). Penyergapan ini sempat menuai sorotan, karena polisi tidak melakukan penangkapan terhadap pelaku.

Kasubag Humas Polres Toraja Utara, Ipda Agus Martopo menerangkan, saat anggota tiba di lokasi, para pelaku sudah bubar. Kemungkinan operasi ini bocor.

"Kegiatan penindakan seperti ini akan terus kami lakukan tanpa pandang bulu sebagai bentuk komitmen Polres Torut dalam memberantas segala bentuk perjudian," ujar Ipda Agus.

Polemik penanganan judi sabung ayam kian menghangat di Torut setelah

Badan Pekerja Sinode (BPS) Gereja Toraja bereaksi keras. BPS menyoroti kinerja Polres Torut yang dinilai tak optimal menangani kasus ini.

"Kita ikut prihatin karena ini masih terjadi di masyarakat. Seharusnya kan aparat lebih tegas. Jangan sampai ada pembiaran," jelas Musa Salusu.

Musa memberi penilaian atas kinerja dua Polres di Toraja dalam menangani judi sabung ayam dan adu kerbau. Keduanya, Polres Tana Toraja dan Polres Toraja Utara

Ia menilai, pola penanganan kedua institusi ini jauh berbeda. Polres Tator tampak lebih agresif. Sehingga judi sabung ayam dan kerbau di daerah itu bisa diberantas dalam setahun terakhir.

"Di Tana Toraja penegak hukum tegas menindak judi sabung ayam, sehingga tidak ada berkeliaran. Kita apresiasi kinerja Kapolres (AKBP Sarly Sollu)," ujar Musa.

Berbeda dengan yang ditunjukkan Polres Torut. Polres Torut menurut Musa terkesan masih tebang pilih.

"Akhirnya kita lihat masih marak judi sabung ayam dan judi kerbau di Torut. Ini mengkhawatirkan kita. Kalau tidak ditangani dengan serius kan bisa menimbulkan masalah sosial di masyarakat," katanya.

Musa juga mengatakan bahwa seharusnya Polres Torut belajar pada Polres Tator cara mencegah judi sabung ayam.

Penulis : Andarias Padaunan
Editor : Muh. Syakir
#Judi Sabung Ayam #Polres Torut
Berikan Komentar Anda