Minggu, 18 April 2021 06:25

Insentif Nakes Penanganan Covid-19 di Bulukumba Mandek, ini Penjelasan Kadiskes

Wahyuni
Wahyuni

Insentif nakes Covid yang mandek akan dirumuskan lebih dahulu. Nanti akan ditentukan siapa yang berhak dan berapa nilainya.

BULUKUMBA, PEDOMANMEDIA - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bulukumba dr Wahyuni menanggapi kabar mandeknya insentif tenaga kesehatan (nakes) untuk penanganan Covid-19. Menurutnya, pembayaran insentif punya hitungan atau rumus. Tidak sekadar membagi-bagi uang.

"Insentif nakes Covid yang mandek itu kan ada rumusnya. Nanti ada kasus. Ada tim TGC dibuat," kata dr Wahyuni kepada Wartawan, kemarin.

"Kemudian ketika ada kasus, itu ada rumus bahwa ini yang berhak dapat. Sekian orang. Nilainya juga sekian," tambah Wahyuni.

Baca Juga

Ia menerangkan untuk insentif itu, memang sesuai pagu yang ada sampai bulan Juni 2020. Tetapi, katanya, ternyata di akhir tahun ada lagi tambahan kucuran.

"Jadi nanti ini dana yang ada akan dibuatkan SK parsial untuk menutupi jasa yang belum terbayarkan kemarin," jelas Wahyuni.

Sementara itu, anggota Pansus penanganan covid-19 Bulukumba, Juandy Tandean meminta agar anggaran-anggaran covid-19 itu yang tidak ada masalah, untuk segera dicairkan. Jangan lagi ditahan-tahan.

"Kasihan nakes kita dan tim medis yang telah merawat pasien-pasien covid. Telah melaksanakan kewajiban mereka, tapi hak-haknya sudah ada beberapa bulan yang belum tersampaikan," kata legislator partai Golkar itu di gedung DPRD Bulukumba, beberapa waktu lalu.

Salah satu nakes, Parman mengatakan, seharusnya jumlah insentif para nakes diterima sebanyak Rp 7,5 juta per bulannya. Namun, lanjutnya, yang diterimanya kurang dari nominal tersebut.

"Terakhir terima bulan Mei 2020 lalu," singkatnya, melalui pesan Whatsapp, Minggu (18/4/2021) dinihari Wita.

Sebelumnya, pansus penanganan Covid-19 menemui para nakes yang di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba.

Wakil ketua pansus, Andi Soraya Widyasari menyampaikan bahwa kehadiran tim pansus merupakan langkah untuk sharing. Bukan ajang untuk saling mencari kesalahan.

"Kita hadir di sini selain untuk bersilaturahmi juga ini merupakan ajang untuk sharing" kata Soraya Widyasari di hadapan nakes penanganan covid-19 RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba, Selasa (6/4/2021) lalu.

Melalui pertemuan itu, Soraya berharap dapat menghasilkan solusi yang terbaik dan para nakes dapat memperoleh haknya.

"Demi hak teman-teman nakes, saya siap perjuangkan sampai ke Kementerian Kesehatan untuk mendampingi Dinkes Bulukumba" tegas Soraya.

Pelaksana tugas Direktur RSUD H. Andi Sulthan Bulukumba, dr H. Rizal Ridwan Dappi, yang memfasilitasi pertemuan itu, menanggapi keluhan nakes terkait lambatnya pembayaran insentif nakes yang terlibat dalam penanganan pasien Covid-19.

Ia menjelaskan bahwa terkait pencairan insentif nakes, semua itu prosesnya dibayarkan oleh dinas kesehatan, mulai dari puskesmas, rumah sakit serta Public Safety Center (PSC).

"Pembayaran insentif Covid itu dinas kesehatan yang bayarkan. Kita hanya sebatas mengusulkan pengklaiman ke dinas kesehatan" ungkapnya.

Setelah klaim dikirim ke dinkes, lanjutnya, pihak dinkeslah yang melakukan verifikasi lalu memproses pembayarannya.

Menurutnya pembayaran insentif nakes yang bertugas di RSUD H. Andi Sulthan Daeng Radja Bulukumba tidak ada sama sekali pemotongan dan pembayaran insentif secara sepihak.

"Terkait perbedaan jumlah insentif setiap nakes, itu juga berdasarkan berapa lama nakes kontak dengan pasien. Dan setiap ruangan pastinya berbeda rentang perawatannya, sehingga insentif juga pastinya berbeda," tukasnya.

Penulis : Saiful
Editor : Muh. Syakir
#Insentif Nakes #Kadiskes Bulukumba
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer