Jokowi Tegaskan Lagi Bahaya Long Weekend yang Bisa Picu Lonjakan Corona
Harusnya memang observasi dilakukan lebih jauh. Membuka peluang mudik, pelonggaran yang cukup berisiko.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Presiden Joko Widodo kembali menegaskan larangan mudik sebagai upaya proteksi terhadap pandemi. Meski relatif landai dalam sebulan, kasus diprediksi bisa meledak lagi pada momen long weekend.
"Terbukti dalam beberapa kali libur panjang angka kasus selalu naik. Itu karena interaksi orang sangat tinggi, menyebabkan kepatuhan prokes menjadi longgar," terang Jokowi.
Awal Maret lalu Presiden Joko Widodo memutuskan larangan mudik Lebaran 2021 seperti tahun sebelumnya. Kenaikan kurva Covid-19 di setiap long weekend menjadi pertimbangan pemerintah.
"Setiap long weekend angka kasus selalu naik sampai 40%," jelas Jokowi.
Menurut Kepala Negara, pemerintah sangat berhati hati memutuskan ini. Pasalnya dalam 4 kali libur panjang, semua menyumbang angka kenaikan kasus sampai 40%.
Soal mudik kata Jokowi, akan dibicarakan seperti apa formulasinya. Apakah seperti tahun lalu atau ada skema baru yang lebih ideal.
"Saya sampaikan jangan sampai terulang lagi. Kita harus berusaha mencari cara agar libur tidak lagi menjadi momen penularan seperti sebelumnya. Karena itu keputusan larangan mudik kita ambil," jelasnya.
Sosiolog Salahuddin Andika berpendapat, harusnya memang observasi dilakukan lebih jauh. Agar benar benar keputusan itu matang. Membuka peluang mudik kata dia, pelonggaran yang cukup berisiko.
Salahuddin mengatakan, akan terjadi interaksi tinggi antarorang setiap mudik. Ia juga khawatir protokol kesehatan akan sulit diterapkan secara ketat.
"Karena itu risiko naiknya angka kasus pascalebaran sangat berpotensi. Menhub seharusnya menjabarkan upaya penanganan secara komprehensif. Agar masyarakat tahu keputusan larangan mudik ini merupakan hasil kajian yang perspektif," jelasnya.
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dalam rapat kerja dengan DPR RI, Selasa (16/3/2021) mengatakan akan ada beberapa formulasi pengetatan pada musim mudik nanti. Bagi setiap orang yang ingin mudik mengikat padanya ketentuan prokes. Juga akan ada pembatasan tehadap mereka yang teridentifikasi positif berdasarkan hasil tracing.
Budi memperkirakan, mudik tahun ini akan lebih rumit. Lonjakan penumpang memungkinkan terjadi karena penundaan mudik tahun lalu. Volume kendaraan pribadi juga akan lebih besar jika tak ada larangan.
Salahuddin memberi dukungan pada kebijakan larangan mudik.
"Jika ada kemungkinan terjadi ledakan jumlah pemudik, harusnya memang dipersempit. Sangat tidak realistis kalau pemerintah merasa bisa menerapkan prokes selama mudik pada titik titik tertentu.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
