Corona Jepang Bisa Picu Gelombang Baru, Ahli Sebut Vaksin tak Mempan
Otoritas Jepang menyebut varian Corona E484K sudah menyebar hingga ke beberapa negara Asia. Dalam hitungan hari terdeteksi mencapai Eropa.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Mutasi anyar virus Corona menggegerkan Jepang setelah ditemukan menyebar cepat dalam sepekan. Para ahli khawatir virus ini tak terkendali dan memicu gelombang pandemi baru di Asia.
"Gelombang keempat akan jauh lebih besar. Kita harus segera berdiskusi bagaimana caranya menerapkan upaya bertarget di area Tokyo," kata ahli penasihat pemerintah Jepang, Koji Wada, seperti dikutip dari Reuters, Senin (5/4/2021).
Otoritas Jepang menyebut varian Corona E484K atau Eek sudah menyebar hingga ke beberapa negara Asia. Dalam hitungan hari Eek terdeteksi berada di Timur Tengah dan jika tak ada upaya proteksi dini akan lebih cepat mencapai Eropa.
Ada beberapa varian yang diketahui bisa memiliki mutasi ini, contohnya B117 dari Inggris, B1351 dari Afrika Selatan, dan P1 dari Brasil. Menurut penelitian di Afrika Selatan, ada kemungkinan Eek membentuk kombinasi dengan mutasi lain. Oleh karena itu dikhawatirkan vaksin yang ada saat ini bisa tidak mempan mengatasi infeksi oleh mutasi E484K.
Sekitar 70 persen pasien virus Corona COVID-19 di Tokyo bulan lalu teridentifikasi membawa mutasi yang diyakini mengurangi efektivitas vaksin. Mutasi tersebut diberi nama varian 'Eek'.
Varian yang dimaksud mengandung mutasi E484K, dan ditemukan pada 10 dari 14 pasien yang positif COVID-19 di Jepang.
Dalam 2 bulan hingga Maret, 12 dari 36 kasus mengandung mutasi tersebut. Para pasien diketahui tidak memiliki riwayat perjalanan ke luar negeri ataupun berkontak dengan orang yang bepergian.
Dikutip dari Reuters, pihak rumah sakit belum memberikan komentar atas temuan tersebut.
Menjelang olimpiade musim panas pada Juli mendatang, Jepang tengah bergulat dengan gelombang infeksi baru. Para pakar secara khusus memberi perhatian terhadap strain baru, sementara vaksinasi skala besar belum juga dimulai.
Pada Jumat, 446 kasus baru ditemukan di Tokyo. Sedangkan di Osaka, tercatat rekor 666 kasus baru. Para pakar mengkhawatirkan persebaran strain mutan yang juga merebak di Inggris.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
