Korban Tewas Penembakan di Gereja Yordania jadi 9 Orang, Raja Abdullah: Kita akan Balas
Raja Abdullah juga mengecam serangan itu sebagai aksi terorisme. Pemerintah Yordania menyatakan aparat keamanan terus bekerja untuk melacak para pelaku.
YORDANIA, PEDOMANMEDIA - Penembakan di Gereja Ortodoks Yunani di wilayah Karak, Yordania, menewaskan sembilan orang dan melukai puluhan lainnya. Jumlah korban meninggal bertambah dari tujuh orang yang dilaporkan pada Jumat (23/10) menjadi sembilan orang pada Sabtu (24/10), setelah sejumlah korban luka meninggal dunia saat menjalani perawatan.
Raja Yordania Abdullah II merespons serangan tersebut dengan mengecam aksi penembakan dan menjanjikan tindakan tegas terhadap pelaku. Ia juga mengunjungi korban yang dirawat di rumah sakit di Karak.
Serangan itu terjadi ketika warga berkumpul untuk menghadiri pemakaman di Gereja Hamoud, Desa Hamoud, wilayah Karak, sekitar 90 kilometer di selatan Amman, ibu kota Yordania. Hingga laporan terakhir, aparat masih memburu pelaku dan motif penyerangan belum diketahui.
Penembakan terjadi saat warga menghadiri pemakaman di Gereja Ortodoks Yunani di Desa Hamoud. Sejumlah pria bersenjata dilaporkan datang menggunakan kendaraan, kemudian melepaskan tembakan ke arah orang-orang yang berada di sekitar gereja.
Pada awal kejadian, otoritas Yordania melaporkan tujuh orang tewas dan puluhan lainnya terluka. Namun, jumlah korban meninggal kemudian bertambah menjadi sembilan orang pada Sabtu (24/10). Laporan Associated Press menyebut hampir 40 orang lainnya mengalami luka-luka.
Saksi mata Saed al-Halaseh mengatakan para penyerang tidak hanya menembaki warga pada awal serangan. Mereka disebut kembali melepaskan tembakan ke arah korban yang sudah terjatuh.
“And they weren’t satisfied with just the initial casualties. They went back and fired on everyone again. They returned to finish off those who had already been hit,” kata Al-Halaseh, sebagaimana dikutip Associated Press.
Al-Halaseh juga menggambarkan kepanikan warga saat berusaha menyelamatkan diri. Ia menjatuhkan diri ke tanah dan merangkak menuju sebuah mobil di dekat lokasi untuk berlindung dari tembakan.
Hingga laporan terakhir, belum ada kelompok yang mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut. Otoritas Yordania juga belum memastikan apakah pelaku memiliki hubungan dengan kelompok bersenjata tertentu.
Raja Abdullah II mengunjungi korban penembakan yang dirawat di rumah sakit di Karak. Di tengah bertambahnya jumlah korban jiwa, ia menegaskan bahwa serangan tersebut akan dibalas dengan tindakan tegas.
Dalam pernyataan yang diberitakan media internasional, Raja Abdullah menyampaikan ancaman terhadap pihak yang berusaha mengganggu keamanan negara.
“We will strike with an iron fist against those who dare to threaten our nation.”
Pernyataan tersebut disampaikan Raja Abdullah melalui unggahan berbahasa Inggris di media sosial, seperti dilaporkan sejumlah media internasional.
Raja Abdullah juga mengecam serangan itu sebagai aksi terorisme. Pemerintah Yordania menyatakan aparat keamanan terus bekerja untuk melacak para pelaku.
Serangan terhadap gereja tersebut menjadi perhatian serius karena terjadi di tengah kegiatan pemakaman warga sipil. Otoritas belum mengumumkan identitas para penyerang maupun motif di balik aksi tersebut.
Aparat Buru Pelaku, Motif Penyerangan Belum Diketahui
Pihak keamanan Yordania masih melakukan penyelidikan dan memburu para pelaku. Menteri Dalam Negeri Yordania Mazen Al Farrayeh sebelumnya menyebut serangan itu dilakukan kelompok ekstremis, tetapi mengatakan masih terlalu dini untuk memastikan keterkaitan mereka dengan kelompok tertentu.
Serangan tersebut juga memicu kekhawatiran di tengah masyarakat. Yordania selama ini relatif stabil dibandingkan sejumlah negara lain di kawasan Timur Tengah, sementara komunitas Kristen menjadi bagian dari kehidupan sosial negara tersebut.
Pemerintah Yordania mengecam penembakan itu dan menegaskan komitmen untuk menjaga keamanan serta persatuan masyarakat. Namun, hingga perkembangan terakhir, belum ada pihak yang mengaku bertanggung jawab dan motif serangan masih dalam penyelidikan.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
