Gandeng UI-Unhas, Pemkot Makassar Siapkan ASN Hadapi Tantangan Kota Global
Keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar sebagai peluang menghadirkan pembelajaran diplomasi secara langsung.
MAKASSAR, PEDOMANMEDIA — Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin, membuka peluang kolaborasi dengan Departemen Ilmu Hubungan Internasional (HI) Universitas Indonesia (UI) dan Universitas Hasanuddin (Unhas). Kolaborasi ini untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dalam menghadapi tantangan kota global.
Munafri membahas peluang kerja sama tersebut saat menerima audiensi dosen dan mahasiswa Departemen HI UI dan Unhas di Balai Kota Makassar, Senin (19/10/2026). Dalam pertemuan itu, perwakilan akademisi mengusulkan lokakarya diplomasi bagi aparatur sipil negara (ASN) Pemerintah Kota Makassar.
Dosen HI UI, Asra Virgianita, menjelaskan bahwa lokakarya tersebut akan mempertemukan pengetahuan akademis dengan pengalaman praktis aparatur pemerintah. Melalui kegiatan ini, akademisi dan ASN dapat bertukar wawasan mengenai diplomasi serta hubungan internasional di tingkat daerah.
Selain meningkatkan kompetensi aparatur, program tersebut juga menjadi bagian dari pengabdian kepada masyarakat melalui kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan kapasitas pemerintah daerah.
“Jadi kita dapat bertukar pemahaman tentang tentang teori dan pengalaman-pengalaman praktis,” ujar Asra.
Munafri Sambut Kolaborasi UI dan Unhas
Munafri menyambut positif usulan tersebut. Ia menilai perguruan tinggi dapat membantu Pemkot Makassar memperkuat kemampuan diplomasi ASN sekaligus memetakan peluang kerja sama internasional.
“Saya juga tertarik dengan kolaborasi ini. Jadi apa yang ada disini (kapasitas ASN Pemkot Makassar) bisa disempurnakan dengan teman teman dari UI dan Unhas,” katanya.
Menurut Munafri, kesiapan SDM memegang peranan penting dalam membawa Makassar menghadapi dinamika hubungan internasional. Terlebih, Makassar memiliki peluang menjalin kemitraan dengan berbagai negara melalui aktivitas ekonomi, pendidikan, sosial, dan kebudayaan.
Karena itu, ia mendorong ASN meningkatkan kemampuan komunikasi lintas budaya, memberikan pelayanan yang baik, serta membangun hubungan profesional dengan warga negara asing yang berkunjung ke Makassar.
Munafri Dorong Pelajar Belajar Diplomasi Sejak Dini
Munafri tidak ingin program penguatan diplomasi hanya menyasar ASN. Ia juga mengusulkan keterlibatan pelajar agar generasi muda mengenal hubungan internasional sejak dini, memperluas wawasan, dan meningkatkan kepercayaan diri ketika berinteraksi dengan masyarakat global.
“Kalau kita bisa membuat program seperti ini, sebaiknya anak-anak sekolah juga dilibatkan. Kalau kita bisa bikin itu, sebaiknya melibatkan juga anak-anak sekolah. SD-SMPnya Pemkot, SMA-nya itu di tingkat provinsi,” katanya.
Untuk mendukung gagasan tersebut, Munafri melihat keberadaan perwakilan konsuler sejumlah negara di Makassar sebagai peluang menghadirkan pembelajaran diplomasi secara langsung.
Ia menyebut Konsulat Jepang dan Australia, serta perwakilan kehormatan Prancis, Belanda, Swiss, dan Kroasia, sebagai pihak yang berpotensi dilibatkan dalam kegiatan edukasi tersebut.
“Di sini ada Konsulat Jepang sama Australia. Kehormatannya itu ada Prancis, Belanda, Swiss, Kroasia. Ini bisa kita ajak semua ini, bareng-bareng kita bicara tentang diplomasi,” pungkasnya.
Pemkot Makassar Siapkan Pembahasan Teknis
Sebagai tindak lanjut, Munafri meminta agar rencana lokakarya dibahas lebih lanjut bersama Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) serta Bagian Kerja Sama Kota Makassar.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
