Sempat Mangkrak, Pembangunan Pasar Tempe Wajo Dilanjut Tahun ini
PT Delima Agung Utama ditunjuk untuk melanjutkan pembangunan Pasar Tempe. Pembangunan ada dimulai tahun ini.
SENGKANG, PEDOMANMEDIA - Rencana pembangunan Pasar Tempe, Kabupaten Wajo yang sempat mangkrak beberapa lama, kembali akan dilanjut tahun ini. Pemerintah memastikan prosesnya mulai berjalan dalam waktu dekat.
Pemkab Wajo mengonfirmasi telah berkoordinasi dengan pihak Balai Prasarana Permukiman Wilayah Provinsi Sulsel dan Kementerian PUPR RI. Hasil pertemuan menyepakati dteruskan pembangunan Pasar Tempe.
"Intinya pihak Balai dan Dirjen Kementerian terkait memastikan akan berjalan tahun ini. Saat ini tengah berlangsung prosesnya dan dalam hal ini pihak rekanan yang melaksanakan pekerjaan tersebut kembali ke PT Delima sebagai pemenang," ujar Kepala Dinas Perindagkop UKM Wajo H Ambo Mai, Rabu (10/3/2021).
Ambo mengatakan, soal rekanan yang sebelumnya diputus telah disepakati untuk ditunjuk kembali. Rekanan, PT Delima Agung Utama ditunjuk untuk melanjutkan pembangunan Pasar Tempe.
"Dilanjutkan kembali oleh PT Delima. Kita harap rekanan ini benar-benar bisa menyelesaikan pekerjaan dengan baik, " ujar Ambo Mai.
Kata Ambo, Kamis 11 Maret 2021 hari ini akan kembali dijadwalkan pertemuan dengan pihak PT Delima dan Pemkab Wajo. Pertemuan ini akan membahas teknis pengerjaan.
Dihubungi terpisah Fakhruddin, tim legal PT Delima Agung Utama mengatakan, untuk pembangunan Pasar Tempe pihaknya kembali ditunjuk sebagai rekanan. Hari ini pertemuan dengan pemda akan membahas hal yang lebih detail.
Ketua Komisi lll DPRD Wajo, Taqwa Gaffar mengungkapkan rasa syukur kalau pembangunan pasar Tempe sudah berjalan lagi. Kata dia, siapapun pelaksananya harus didukung karena pasar tersebut sangat dibutuhkan oleh masyarakat Wajo.
DPRD Wajo sempat mempertanyakan planing pemerintah terhadap kelanjutan pembangunan Pasar Tempe setelah pemenang tender di-blacklist. Dewan ingin proyek ini dibahas secepatnya.
"Harus jelas tindak lanjutnya. Kita akan melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Kapan dilanjutkan? Prosesnya kita minta cepat," terang Wakil Ketua ll DPRD Wajo Haji Andi Senurdin.
Menurut Senurdin, proyek Pasar Tempe memiliki fungsi strategis bagi masyarakat. Pasar tersebut merupakan sentra perniagaan. Sehingga harus menjadi skala prioritas tahun ini.
"Untuk hal tersebut di atas, kami juga sangat berharap agar pembangunan pasar Tempe ini segera terlaksana. Makanya kami minta stakeholder terkait bergerak cepat. Melakukan tender ulang. Dan mempersiapkan semua yang dibutuhkan," katanya.
Senurdin berharap apa yang terjadi kemarin tidak terulang. Pemerintah harus mendapatkan kontraktor yang profesional.
Agar bisa bekerja tepat waktu.
Sebelumnya beredar surat edaran dari Kementerian PUPR mengenai proses pembangunan Pasar Tempe Wajo yang dihentikan sementara. Dalam surat itu, PT Delima Agung Utama dinyatakan telah dibatalkan atau dianulir statusnya sebagai pemenang tender.
Pemerintah akan melakukan tender ulang. Pada 13 Februari lalu, surat pembatalan itu sudah disampaikan Kementerian ke Pemkab Wajo. Namun surat tak ditembuskan ke PT Delima.
Dalam surat itu tercantum soal status pemutusan kontrak PT Delima Agung Utama dengan PPK PSP-POP Satker pelaksana Prasarana Permukiman Wilayah ll Sulsel. Disebutkan, keputusan ini telah memasuki tahap penelaah oleh Inspektur Dirjen Kementerian PUPR dan saat ini menunggu rekomendasi akhir.
Pasar Tempe, Kabupaten Wajo menelan anggaran sekitar Rp56 milliar dari APBN 2020. Anggaran tender lelang itu jatuh dianggaran Rp 45 milliar dan merupakan pekerjaan multiyear dimana sebelumnya dilakukan PT Delima Agung Utama selaku pihak rekanan pemenang tender.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
