Rabu, 30 September 2026 18:35

Harga Minyak Dunia Meroket Lagi, Pemerintah Jamin BBM Subsidi tak Naik

Harga Minyak Dunia Meroket Lagi, Pemerintah Jamin BBM Subsidi tak Naik

Untuk BBM subsidi, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan hingga akhir 2026.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Harga minyak mentah dunia kembali berada di atas USD 100 per barel. Kondisi ini terjadi menjelang penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang biasanya dilakukan setiap awal bulan, termasuk pada 1 Oktober 2026.

Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian ESDM Laode Sulaeman menekankan harga BBM nonsubsidi akan mengikuti perkembangan harga pasar. Namun, dia tidak menyebut apakah harga BBM nonsubsidi pada Oktober akan mengalami kenaikan maupun penurunan.

"Yang nonsubsidi kan sudah... sudah kembali seperti biasa juga kan. Harga pasar ya. Kalau subsidi enggak (naik)," kata Laode ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Rabu (30/9).

Baca Juga

Sementara itu, untuk BBM subsidi, pemerintah memastikan tidak ada kenaikan hingga akhir 2026. BBM yang termasuk dalam kelompok subsidi antara lain solar, Pertalite, dan minyak tanah.

“Kalau subsidi enggak (naik),” ujarnya.

Sebelumnya, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung juga mengatakan harga BBM nonsubsidi akan menyesuaikan dengan harga pasar. Sementara harga BBM subsidi dipertahankan hingga akhir tahun.

Harga LPG Nonsubsidi dan Gas Industri

Selain BBM, Laode juga ditanya mengenai harga LPG. Dia mengatakan tidak ada kebijakan khusus terkait harga LPG subsidi.

"Harga? Kalau harga kan enggak ada hal khusus ya mengenai LPG. Kan LPG subsidi tetap enggak ada hal khusus," kata Laode.

Dalam kesempatan tersebut, Laode juga menyinggung soal diskon harga gas bumi untuk industri yang berlaku hingga akhir 2026. Dia mengatakan pemerintah masih membahas kebijakan tersebut sampai Desember 2026 dan belum menentukan kebijakan setelah periode tersebut. Pemerintah juga masih memperhatikan dinamika global, termasuk kondisi geopolitik dan perang yang berdampak terhadap tekanan harga energi.

"Kita belum. Pokoknya itu kita masih bicara sampai dengan Desember 2026, belum membahas sambil memperhatikan dinamika global ya. Kita sih berharap harapannya ya perangnya reda jadi kita kembali lagi tidak menghadapi tekanan-tekanan. Kalau sekarang kan ya kita harus berjibaku jadinya," tutur Laode.

Editor : Muh. Syakir
#BBM Subsidi #Harga Minyak Dunia
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer