Rabu, 30 September 2026 16:32

Kemenag-Lapas Maros Teken Kerja Sama: Perkuat Pembinaan Keagamaan WB Lansia

Kemenag-Lapas Maros Teken Kerja Sama: Perkuat Pembinaan Keagamaan WB Lansia

Kerja sama Kemenag Maros dan Lapas Kelas IIB Maros melalui program Sapa Lansia Pas sekaligus memperluas bentuk pelayanan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan.

MAKASSAR, PEDOMANMEDIA - Perhatian terhadap warga binaan (WB) lanjut usia (lansia) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Maros diperkuat melalui kerja sama dengan Kementerian Agama Kabupaten Maros. Kolaborasi tersebut diwujudkan lewat penandatanganan perjanjian kerja sama program “Sapa Lansia Pas” yang mengusung pelayanan holistik terintegrasi dan perlindungan kesejahteraan sosial bagi warga binaan lansia.

Penandatanganan kerja sama berlangsung di Kantor Kemenag Maros, Selasa 29 September 2026.

“Kemenag Maros siap memberikan pelayanan melalui penyuluh agama dan tenaga pembina yang kompeten,” ujar Kepala Kantor Kemenag Maros, Muhammad Nur Halik.

Baca Juga

Melalui kerja sama tersebut, Kemenag Maros mengambil bagian dalam pembinaan keagamaan bagi warga binaan Lansia di Lapas Kelas IIB Maros. Dukungan itu diberikan melalui penyediaan penyuluh agama, penceramah, guru ngaji, hingga pendeta sesuai kebutuhan pembinaan keagamaan, seperti disampaikan Muhammad Nur Halik.

Program Sapa Lansia Pas tidak hanya diarahkan pada penyediaan layanan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari pendampingan selama warga binaan menjalani masa pembinaan.

“Warga binaan lansia tetap memiliki hak untuk mendapatkan pendampingan keagamaan yang baik dan berkelanjutan,” kata Muhammad Nur Halik.

Menurutnya, kebutuhan pembinaan bagi warga binaan Lansia perlu mendapat perhatian karena pendampingan keagamaan dapat menjadi salah satu bagian dari proses pembinaan secara menyeluruh.

“Kami mendukung penuh kerja sama ini,” ujarnya, menegaskan kesiapan Kemenag Maros terlibat dalam program tersebut.

Dalam pelaksanaannya, tenaga pembina keagamaan akan disesuaikan dengan kebutuhan warga binaan Lansia di lingkungan Lapas. Kemenag Maros juga akan menerima laporan hasil pelaksanaan kegiatan sebagai bahan evaluasi, sebagaimana disampaikan Muhammad Nur Halik bahwa pelayanan akan dilakukan melalui tenaga pembina yang kompeten.

Kehadiran penyuluh agama di lingkungan Lapas diharapkan dapat memberikan ruang bagi warga binaan Lansia untuk memperoleh penguatan spiritual selama mengikuti proses pembinaan.

“Kami berharap para warga binaan dapat memperoleh ketenangan, penguatan nilai-nilai keagamaan, dan bekal untuk kembali ke tengah masyarakat,” ujar Muhammad Nur Halik.

Pendekatan tersebut membuat pembinaan keagamaan bagi Lansia tidak hanya dipandang sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai bagian dari dukungan terhadap kesiapan warga binaan menghadapi kehidupan setelah menjalani masa pidana.

“Melalui pembinaan yang berkelanjutan,” kata Muhammad Nur Halik, warga binaan diharapkan mendapatkan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kerja sama Kemenag Maros dan Lapas Kelas IIB Maros melalui program Sapa Lansia Pas sekaligus memperluas bentuk pelayanan keagamaan di lingkungan pemasyarakatan. Muhammad Nur Halik menegaskan,

“Kemenag Maros siap memberikan pelayanan” sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan kebutuhan pembinaan warga binaan Lansia.

Dengan adanya kerja sama tersebut, pembinaan warga binaan Lansia diharapkan dapat berlangsung secara lebih terarah dan berkelanjutan.

“Kami berharap para warga binaan dapat memperoleh ketenangan dan bekal untuk kembali ke tengah masyarakat,” tutur Muhammad Nur Halik.

 

Editor : Muh. Syakir
#Lapas Maros
Berikan Komentar Anda
Epaper
Cover Epaper
Populer