Rabu, 23 September 2026 12:48

El Nino Berkepanjangan, PLTU Pakka Salo Barru Topang Pasokan Listrik Sulselrabar

El Nino Berkepanjangan, PLTU Pakka Salo Barru Topang Pasokan Listrik Sulselrabar

Dengan usia 11 tahun lebih, PLTU Barru telah meraih predikat Kinerja Platinum sebagai unit terbaik di lingkungan PLN Indonesia Power.

BARRU, PEDOMANMEDIA - Keberadaan Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Pakka Salo/Bawasalo di Dusun Bawasalo, Desa Lampoko, Kecamatan Balusu, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, memiliki peran vital sebagai penopang utama sistem kelistrikan Sulawesi Selatan, Tenggara dan Barat (Sulselrabar). PLTU yang dibangun sejak 2008 itu kini memiliki total kapasitas 200 Megawatt (MW)

"Di PLTU Bawasalo kami punya dua unit, dua kali 50 MW, dan satu unit baru, unit tiga, satu kali 100 MW. Jadi total kurang lebih sekitar 200 megawatt," ujar Asisten Manager PLTU Bawasalo Budi Setiawan dalam kegiatan di Parepare, Selasa (22/09/2026).

Dengan kapasitas 200 MW, PLTU Barru berkontribusi sekitar 10 -11% terhadap kebutuhan listrik sistem Sulselrabar, yang mencapai 2.100 MW pada saat Beban Puncak (WBP) pukul 17.00-22.00 WITA.

Saat musim kemarau panjang atau El Nino, sejumlah PLTA di Sulselrabar seperti Poso mengalami penurunan produksi. PLTU Barru yang menggunakan batubara kalori rendah 3.800-4.100 kkal/kg (kebutuhan 564.000 ton/tahun) menjadi backup yang tidak tergantung air.

"Di kami sendiri memang sangat terdampak dengan El Nino ini. Karena masih lumayan cukup dominan PLTA di Sulawesi Selatan, yang memang sedang dilanda kekeringan. Bukan stok, tapi secara kapasitas produksinya berkurang," jelas Budi.

PLTU Barru menjadi pelopor co-firing biomassa di Sulawesi. PLTU ini telah mencampurkan biomassa di atas 5% sebagai bahan bakar pengganti batubara, berasal dari limbah pertanian masyarakat Barru seperti jerami padi, sekam, kulit kemiri, tongkol jagung, hingga serbuk gergaji yang diolah jadi pellet dan briket.

Selain itu, limbah pembakaran batubara (FABA) dimanfaatkan untuk ekonomi masyarakat sekitar.

Selain listrik, PLTU aktif dalam CSR, ke masyarakat sekitar, program CSR PLTU Pakk Salo, antara lain, Membantu 10 tandon air dengan pasokan 12 ton/hari untuk warga Lampoko, Melakukan betonisasi jalan akses utama menuju PLTU sepanjang 1,5 KM yang juga digunakan warga, yang akan dihibahkan ke Pemkab Barru setelah masa garansi.

Pemeriksaan kesehatan gratis, pembagian sembako, masker, dan beasiswa pendidikan. Mitigasi debu batubara dengan menurunkan tinggi tumpukan dari 15 meter menjadi 7 meter, pemasangan paranet, dan penyiraman 3 kali sehari.

Manager UBP Barru menegaskan, pihaknya terus melakukan major overhaul dan menjaga HOP (Hari Operasional Pembangkit) di atas 17 hari untuk memastikan pasokan tetap andal menjelang hari besar keagamaan.

Dengan usia 11 tahun lebih, PLTU Barru telah meraih predikat Kinerja Platinum sebagai unit terbaik di lingkungan PLN Indonesia Power.

Penulis : Agustin

Editor : Muh. Syakir
#PLTU Pakka Salo Barru
Berikan Komentar Anda