Jumat, 31 Juli 2026 13:29

Beras Premium Kembali Langka, Mentan Amran: Akal-akalan Pengusaha

Beras Premium Kembali Langka, Mentan Amran: Akal-akalan Pengusaha

Ia tidak menyangka kalau harga jualnya mencapai Rp 42.0000/kg. Dalam pengecekannya, sebanyak 80% merek beras tidak sesuai standar.

JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman merespons stok beras premium yang kembali langka dalam beberapa pekan. Amran mengatakan, kondisi itu dipicu oleh perilaku culas sebagian pengusaha yang ingin menarik untung besar.

Menurutnya, stok beras premium yang kerap kali langka di pasaran karena sengaja dialihkan sebagai beras fortifikasi. Beras fortifikasi ini adalah beras khusus yang ditambahkan vitamin.

"Salah satunya. Indikasi itu sementara ya," kata dia di Jakarta, Jumat (31/7/2026).

Baca Juga

Amran mengungkap hal itu menjadi akal akalan pengusaha dengan alasan margin tipis. Padahal menurutnya peralihan itu menjadi cara pengusaha untuk mendapat keuntungan besar.

"Sebelumnya dibilang dia geser ke sana (fortifikasi), dugaan kami kalau dia premium kan tidak bisa main-main, karena kita kunci. Nah berpindah lagi dengan alasan margin tipis, karena selalu mau cari untung banyak. Bayangkan kalau jual Rp 42.000/kg gila nggak untungnya?"terangnya.

Saat ini, Kementan telah memegang nama nama perusahaan atau merek beras fortifikasi yang tidak sesuak standar. Tidak sesuai standar ini, kualitas berasnya premium, bahkan medium tetapi dituliskan beras khusus atau fortifikasi.

Ia tidak menyangka kalau harga jualnya mencapai Rp 42.0000/kg. Dalam pengecekannya, sebanyak 80% merek beras tidak sesuai standar.

"Totalnya setelah kita ambil sampel, ini seluruh yang terdaftar fortifikasi, ada juga yang tidak terdaftar. Yang terdaftar itu ada 80% tidak sesuai standar. Dan average, harganya itu Rp 22.665/kg. Ada yang Rp 42.000/kg. Ini tidak masuk akal," ujarnya.

Amran mengungkap terdapat 15 merek beras fortifikasi yang tengah diperiksa. Ia memastikan akan diproses ke aparat penegak hukum (APH), setelah pengumpulan data di Kementan telan selesai.

"Ada 15 merek, bukan 15 perusahaan, merek," pungkas Amran.

Editor : Muh. Syakir
#Mentan Amran Sulaiman #Beras Premium Langka
Berikan Komentar Anda