Wali Kota Yogya: Dunia Kerja Kompetitif, Generasi Muda Harus Kuasai Soft Skill-Hard Skill
Kebebasan finansial merupakan salah satu target yang perlu dipersiapkan sejak muda.
JOGJA, PEDOMANMEDIA - Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, mengajak generasi muda untuk terus meningkatkan kemampuan soft skill dan hard skill sebagai bekal utama menghadapi persaingan dunia kerja yang semakin kompetitif. Menurutnya, kedua kemampuan tersebut tidak bisa dipisahkan dan harus dimiliki secara seimbang agar seseorang mampu berkembang dan sukses dalam karier.
Pesan tersebut disampaikan Hasto saat menjadi narasumber dalam Seminar Career Development yang digelar di Gedung AR Fachruddin, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Sabtu (27/6/26).
Kegiatan ini diikuti puluhan mahasiswa yang antusias menyimak berbagai pengalaman dan motivasi yang disampaikan oleh orang nomor satu di Kota Yogyakarta tersebut.
Menurutnya, seseorang yang hanya unggul dalam salah satu aspek akan mengalami kesulitan ketika memasuki dunia profesional.
"Soft skill dan hard skill harus berjalan beriringan. Kalau hanya bagus salah satunya tidak akan maksimal. Misalnya soft skill bagus tetapi tidak didukung hard skill yang baik, tentu akan sulit bersaing. Begitu juga sebaliknya, hard skill yang hebat tetapi tidak mampu berkomunikasi, bekerja sama, atau membangun relasi juga akan menjadi kendala dalam dunia kerja," ujarnya.
Hasto mengatakan, perkembangan zaman yang begitu cepat menuntut generasi muda untuk terus belajar dan meningkatkan kapasitas diri. Ilmu pengetahuan dan teknologi terus berkembang, sehingga mahasiswa harus memiliki kemauan untuk belajar sepanjang hayat agar tidak tertinggal.
Selain meningkatkan kompetensi, Hasto juga mengingatkan pentingnya membangun karakter sebagai modal utama menjadi pemimpin di masa depan. Menurutnya, integritas, disiplin, tanggung jawab, serta kemauan untuk terus belajar merupakan nilai-nilai yang akan menentukan keberhasilan seseorang dalam menjalani karier.
Tak hanya itu, Hasto juga mendorong mahasiswa agar berani menciptakan berbagai inovasi. Ia menilai, generasi muda harus menjadi pencipta solusi, bukan sekadar menjadi penonton di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan perubahan dunia kerja.
"Sebagai anak muda jangan pernah berhenti berinovasi. Teruslah menciptakan sesuatu yang baru, memberikan solusi, dan menghasilkan karya yang bermanfaat bagi masyarakat," pesannya.
Pada kesempatan tersebut, Hasto juga memberikan pandangan mengenai pentingnya perencanaan keuangan sejak usia muda. Ia mengajak mahasiswa untuk memanfaatkan usia produktif dengan bekerja keras, membangun kompetensi, serta mulai mempersiapkan sumber pendapatan jangka panjang.
Ia mengungkapkan masa sebelum usia 40 tahun merupakan periode terbaik untuk bekerja keras dan mengembangkan berbagai peluang usaha maupun investasi sehingga di masa depan dapat menikmati hasil dari kerja keras tersebut.
"Sebelum usia 40 tahun, bekerjalah sekeras mungkin. Bangun kemampuan, bangun karier, bangun usaha. Tujuannya agar ketika memasuki usia yang lebih matang kita sudah memiliki passive income dan tidak lagi hanya bergantung pada penghasilan aktif," ungkapnya.
Hasto bahkan menegaskan bahwa kebebasan finansial merupakan salah satu target yang perlu dipersiapkan sejak muda.
"Kalau umur 50 tahun belum bebas finansial, berarti ada yang perlu dievaluasi dalam perjalanan hidup kita," katanya, yang disambut antusias para peserta seminar.
Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Pengembangan Universitas dan Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK) Muhammad Faris Al-Fadhat mengatakan Seminar Career Development menjadi kegiatan yang sangat strategis bagi mahasiswa UMY dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan masa depan.
Menurutnya, kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang unggul secara akademik, tetapi juga menyiapkan calon-calon pemimpin di berbagai bidang, baik profesional, akademik, maupun pemerintahan.
"Kegiatan ini sangat strategis karena kami ingin mempersiapkan mahasiswa menjadi calon pemimpin masa depan, baik di dunia profesional, akademik, maupun pemerintahan. Mereka perlu mendapatkan wawasan langsung dari tokoh yang memiliki pengalaman nyata dalam memimpin," ujarnya.
Faris menjelaskan, kehadiran Wali Kota Yogyakarta sebagai narasumber dipilih karena rekam jejak dan pengalaman kepemimpinan Hasto Wardoyo dinilai mampu memberikan inspirasi bagi mahasiswa.
"Karena itu kami mengundang Bapak Hasto Wardoyo sebagai narasumber. Sepak terjang beliau selama memimpin dan pengalaman yang dimiliki menjadi inspirasi yang sangat berharga bagi mahasiswa. Kami berharap para mahasiswa UMY memperoleh banyak insight, motivasi, dan pelajaran yang dapat menjadi bekal dalam membangun karier serta mempersiapkan diri menjadi pemimpin di masa mendatang," tuturnya.
- 1
- 2
- 3
- 4
- 5
