Muh. Syakir : Selasa, 16 Juni 2026 20:30

BANDUNG, PEDOMANMEDIA – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat (Jabar) resmi menjalin kolaborasi dengan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) melalui Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Program Penguatan Profesional Bidang Kependidikan (PROBIDIK) di Gedung Pakuan, Kota Bandung, Senin (15/6). 

Penandatanganan tersebut dirangkaikan dengan kegiatan Munajat Cinta, Menjemput Tahun Baru dan Murid Baru 1 Muharam 1448 Hijriah yang dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Jabar, Purwanto, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Wilayah I s.d. XIII, serta kepala SMA, SMK, dan SLB negeri se-Jawa Barat. 

Penempatan 1.066 Mahasiswa ke Sekolah

Rektor UPI, Prof. Didi Sukyadi mengungkapkan, setiap tahun ribuan guru di Jawa Barat memasuki masa pensiun, sedangkan jumlah guru pengganti belum sebanding. Sebagai solusi, UPI menerjunkan 1.066 mahasiswa melalui program PROBIDIK pada tahun ini.

"Melalui program tersebut, mahasiswa akan ditempatkan di sekolah-sekolah berdasarkan kebutuhan riil masing-masing satuan pendidikan. Penempatan dilakukan melalui proses pencocokan antara kebutuhan guru di sekolah dengan bidang keahlian mahasiswa," jelasnya.

Ia mengungkapkan, seluruh mahasiswa yang diterjunkan telah melalui proses rekrutmen dan pembekalan dari UPI maupun Pemprov Jabar.

"Selama bertugas di lapangan, mahasiswa akan didampingi oleh dosen pembimbing dari UPI serta guru pamong dari pihak sekolah agar proses pembelajaran berjalan efektif dan tepat sasaran," ungkapnya.

Fokus pada Pembentukan Karakter Siswa

Di sisi lain, Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menegaskan, tantangan pendidikan saat ini tidak hanya terbatas pada masalah anggaran atau penyediaan sarana dan prasarana seperti daya tampung sekolah. Tantangan terbesar justru terletak pada pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai kemanusiaan.

"Pendidikan sejati dibangun melalui keteladanan, cinta, dan keikhlasan yang tumbuh dari lingkungan keluarga maupun sekolah. Pendidikan bukan sekadar mengejar metodologi atau teknologi, tetapi bagaimana kita membentuk manusia yang berkarakter, memiliki integritas, dan mampu menghadapi kehidupan," ujarnya.

Kolaborasi Hadapi Tantangan Pendidikan

Gubernur pun menekankan pentingnya mengembalikan peran keluarga sebagai fondasi utama pendidikan karakter anak. Ia optimistis, kompleksitas tantangan zaman serta keterbatasan yang dihadapi pemerintah saat ini dapat diatasi melalui kolaborasi yang solid antara pemerintah, perguruan tinggi, sekolah, guru, dan orang tua.

Penulis : Bobi