Pendidikan Pancawaluya 2026 Berakhir, Diharap jadi Gerakan Moral Siswa Jabar
Ia berharap, Pancawaluya tidak sekadar menjadi program seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan moral dan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.
JAKARTA, PEDOMANMEDIA - Pendidikan Karakter Pancawaluya Angkatan VIII Tahun 2026, yang di ikuti sebanyak 150 Siswa Jawa Barat di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, Jakarta Selatan, telah berakhir Senin (1/6/2026). Kegiatan ini ditutup oleh Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Asda I) Setda Jawa Barat, Asep Sukmana.
Asep mengingatkan para lulusan bahwa di era globalisasi yang dinamis, kecerdasan intelektual dan penguasaan teknologi tidak akan berarti apa-apa jika tidak dibarengi kekuatan moral.
"Kecerdasan tanpa moral hanya akan melahirkan keserakahan. Kekuatan tanpa akhlak hanya akan menimbulkan kehancuran. Melalui Pancawaluya, kita membangun generasi yang bukan hanya cerdas otaknya, tetapi juga lembut hatinya, kuat jiwanya, dan teguh imannya," ujarnya.
Ia juga menegaskan, saat ini Jawa Barat sedang bergerak menuju masa depan baru yang berlandaskan teknologi, budaya, dan karakter.
Ia berharap, Pancawaluya tidak sekadar menjadi program seremonial tahunan, melainkan sebuah gerakan moral dan kebudayaan yang hidup di tengah masyarakat.
Investasi Moral Menuju Jabar Masa Depan
Senada, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Atas Dinas Pendidikan Jawa Barat, Iis Rostiasih mengatakan, program ini merupakan investasi moral dan spiritual untuk masa depan Jawa Barat. Sebab, kemajuan suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh pembangunan fisik, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusianya.
"Kita ingin menumbuhkan generasi Jawa Barat yang berkarakter unggul, berdaya saing tinggi, dan memiliki kepedulian sosial yang kuat," ungkapnya.
Apresiasi Orang Tua dan Perubahan Nyata Siswa
Program semi-militer ini pun menuai respons positif dari para orang tua murid. Adiki Ganesa, salah satu orang tua siswa asal Kabupaten Bandung mengaku bangga atas perubahan yang terjadi pada anaknya.
Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Dinas Pendidikan Jawa Barat atas program inovatif tersebut.
"Kegiatan ini luar biasa dan bagus sekali dalam membangun karakter anak-anak muda agar bisa mandiri. Hatur nuhun atas program yang sangat inovatif ini. Kami berharap program ini terus berlanjut," ujarnya.
Manfaat langsung juga dirasakan oleh para peserta. Salah satu lulusan Angkatan VIII, Rafaal Faik mengakui bahwa kedisiplinan selama masa pendidikan telah mengubah perilaku negatifnya menjadi lebih positif.
"Saya bangga bisa ikut program ini. Pancawaluya berhasil mengubah sifat saya yang dulu agak bangor (nakal) dan kurang disiplin, di sini ditempa dan bisa berubah menjadi lebih baik. Terima kasih banyak untuk program pendidikan karakter rasa militer ini," akunya.
Pesan dari Pelatih
Pesan mendalam juga disampaikan oleh pelatih, Letda Mar, Is Bani Amansyah. Ia mengingatkan para siswa untuk selalu menghormati dan berbakti kepada orang tua.
"Berbakti kepada orang tua itu nomor satu. Suatu saat nanti kalau kalian sudah sukses, kabari pelatih. Jangan pernah mengecewakan orang tua kalian," pesannya.
Usai penutupan, seluruh peserta kembali ke rumah dan sekolah masing-masing dengan semangat baru untuk menjadi pribadi yang lebih baik, disiplin, dan bertanggung jawab.
Penulis : Bobi
